Sebuah benteng kuno yang terletak di tengah Gurun Sahara, Aljazair, telah menjadi sorotan karena menyimpan jejak peradaban yang hampir punah. Bangunan megah ini, yang dijuluki ‘Benteng Misterius’, kini tengah dalam proses penemuan dan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap kekayaan sejarah yang terkubur di dalamnya.
Penemuan ini dilakukan oleh tim arkeolog yang dipimpin oleh Dr. Fatima Al-Jazairi, seorang peneliti terkemuka dari Universitas Aljir. Selama penggalian yang berlangsung sejak awal tahun 2023, timnya berhasil menemukan berbagai artefak dan struktur yang memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat di masa lalu. “Kami sangat antusias dengan apa yang kami temukan. Ini adalah bukti nyata bahwa gurun ini pernah menjadi pusat kehidupan yang ramai,” ujar Dr. Al-Jazairi dalam sebuah wawancara eksklusif pada 15 Maret 2024.
Benteng ini, yang diperkirakan berasal dari periode Zaman Perunggu, menunjukkan tingkat keahlian konstruksi yang mengesankan. Dinding-dindingnya yang tebal, yang terbuat dari batu bata lumpur dan batu, masih berdiri kokoh meskipun diterpa cuaca ekstrem selama ribuan tahun. Di dalam kompleks benteng, para arkeolog menemukan sisa-sisa tempat tinggal, gudang penyimpanan, serta sistem irigasi yang canggih. Keberadaan sistem irigasi ini sangat penting, mengingat lokasi benteng yang berada di tengah gurun yang kering kerontang.
Salah satu temuan paling signifikan adalah prasasti berukir yang menceritakan tentang kegiatan pertanian, perdagangan, dan bahkan ritual keagamaan. “Prasasti ini memberikan detail yang belum pernah kita ketahui sebelumnya tentang struktur sosial dan kepercayaan masyarakat yang mendiami tempat ini,” jelas Dr. Al-Jazairi. Ia menambahkan bahwa beberapa simbol yang terukir masih belum dapat diidentifikasi sepenuhnya, menandakan adanya aspek budaya yang unik dan belum terjamah.
Selain artefak dan prasasti, tim arkeolog juga menemukan koleksi keramik dan peralatan batu yang menunjukkan hubungan dagang dengan peradaban lain di kawasan tersebut. Ditemukannya koin-koin kuno dari kerajaan-kerajaan tetangga memperkuat dugaan adanya jaringan perdagangan yang luas. Tim riset kini tengah bekerja sama dengan para ahli epigrafi dan linguistik untuk mencoba menerjemahkan sepenuhnya prasasti-prasasti tersebut, sebuah proses yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun.
Penelitian di Benteng Misterius ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman sejarah Afrika Utara. Temuan-temuan ini membuka babak baru dalam studi tentang peradaban kuno di Sahara, serta menyoroti adaptasi luar biasa manusia terhadap lingkungan yang menantang. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Aljazair dan diharapkan dapat menarik minat wisatawan serta akademisi dari seluruh dunia untuk mempelajari lebih lanjut tentang warisan berharga ini.
