Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Bahaya Asap Karhutla: Ancaman Lebih Luas dari ISPA, Seriusi Risiko Penyakit Jantung dan Kanker

Oleh Destian September 1, 2026 43 minutes lalu 0 komentar

Asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya dikenal sebagai pemicu utama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), namun juga membawa ancaman kesehatan yang lebih serius dan luas. Partikel halus dalam asap Karhutla dapat meresap jauh ke dalam paru-paru dan aliran darah, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, masalah pernapasan kronis, hingga potensi kanker.

Pernyataan ini diperkuat oleh berbagai kajian ilmiah dan pernyataan pakar kesehatan. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, kasus ISPA memang melonjak drastis saat kualitas udara memburuk akibat asap Karhutla, terutama di wilayah terdampak seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Namun, dampak negatifnya tidak berhenti di situ.

Dokter Spesialis Paru, Dr. Erlang Samoedro, dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh CNN Indonesia, menjelaskan bahwa partikel berukuran sangat halus (PM2.5) dalam asap Karhutla dapat masuk ke dalam alveoli paru-paru dan kemudian ke pembuluh darah. Hal ini dapat memicu peradangan sistemik yang menjadi akar berbagai penyakit kronis.

Risiko penyakit jantung menjadi salah satu perhatian utama. Paparan asap Karhutla dalam jangka panjang maupun pendek dapat memperparah kondisi pasien dengan penyakit jantung koroner, memicu serangan jantung, stroke, dan aritmia. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal kesehatan internasional secara konsisten menunjukkan korelasi antara peningkatan kadar polutan udara dengan peningkatan angka kejadian penyakit kardiovaskular.

Selain itu, asap Karhutla mengandung berbagai senyawa kimia berbahaya, termasuk senyawa karsinogenik seperti benzena dan formaldehida. Paparan berulang terhadap zat-zat ini diyakini dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker paru-paru dan jenis kanker lainnya dalam jangka panjang. Tingkat keparahan risiko ini tentu bergantung pada durasi dan intensitas paparan.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya mengendalikan Karhutla, namun penanganan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat tetap menjadi tantangan besar. Edukasi publik mengenai bahaya menyeluruh asap Karhutla dan langkah-langkah mitigasi, seperti penggunaan masker N95, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan menjaga kualitas udara dalam ruangan, menjadi krusial.

Organisasi kesehatan dunia, WHO, juga telah berulang kali menekankan pentingnya pengendalian kualitas udara sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat global. Jaringan pemantauan kualitas udara di berbagai daerah terdampak Karhutla, seperti yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat, berperan penting dalam memberikan informasi terkini kepada publik mengenai tingkat bahaya polusi udara.

Mengingat risiko yang lebih luas, upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla perlu terus digalakkan secara serius oleh semua pihak. Ke depan, fokus pada pemulihan kesehatan masyarakat terdampak dan penguatan sistem surveilans penyakit kronis yang berkaitan dengan paparan polusi udara menjadi agenda penting yang perlu segera ditindaklanjuti oleh otoritas kesehatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp