Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk meningkatkan daya saing demi menghadapi persaingan perbankan yang semakin ketat. Dorongan ini muncul sebagai respons terhadap lanskap industri perbankan yang terus berubah, menuntut inovasi dan efisiensi dari setiap pelaku usaha.
Ketua Umum Asbanda, Supriyanto, menyatakan bahwa tantangan terbesar bagi BPD saat ini adalah menghadapi persaingan dari bank-bank besar, baik bank nasional maupun bank digital yang menawarkan berbagai kemudahan dan produk inovatif. “Kita harus bisa bersaing, tidak bisa jalan sendiri-sendiri lagi,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Menurut Supriyanto, untuk meningkatkan kompetisi, BPD perlu melakukan konsolidasi internal dan eksternal. Konsolidasi internal mencakup penguatan permodalan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta adopsi teknologi digital yang memadai. Sementara itu, konsolidasi eksternal dapat berupa kerjasama antar BPD untuk menciptakan sinergi dalam pengembangan produk dan layanan.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa aset perbankan nasional terus meningkat, namun pertumbuhan kredit yang melambat menjadi perhatian. Di sisi lain, kehadiran bank digital dan fintech semakin menggerus pangsa pasar bank konvensional, terutama di segmen ritel dan UMKM.
BPD, yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Fokus pada digitalisasi menjadi kunci agar BPD tidak tertinggal. Ini meliputi pengembangan aplikasi mobile banking yang user-friendly, kemudahan transaksi online, serta pemanfaatan data untuk memberikan layanan yang lebih personal kepada nasabah.
Selain digitalisasi, Asbanda juga menekankan pentingnya pengembangan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal. Setiap daerah memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda, sehingga BPD perlu menawarkan solusi keuangan yang spesifik dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerahnya.
Para pengamat perbankan menilai, tantangan bagi BPD memang cukup berat. Namun, dengan dukungan dari pemegang saham (pemerintah daerah) dan strategi yang tepat, BPD masih memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Kuncinya adalah pada kemauan untuk berubah dan berinvestasi pada teknologi serta sumber daya manusia.
Ke depan, sinergi antar BPD melalui Asbanda diharapkan dapat melahirkan inovasi yang lebih besar dan mampu menyaingi produk-produk perbankan modern. Hal ini penting demi menjaga relevansi dan keberlangsungan BPD sebagai pilar keuangan di daerah masing-masing.
