Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Ahli Gizi Ungkap 5 Makanan Alami Penurun Stres, Tak Perlu Obat Kimia

Oleh Destian August 4, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Stres menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang umum dialami masyarakat modern. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasinya, termasuk mengonsumsi obat-obatan. Namun, ahli gizi menyarankan bahwa beberapa makanan alami bisa menjadi alternatif efektif untuk meredakan stres tanpa perlu bergantung pada obat-obatan. Lima jenis makanan ini kaya akan nutrisi yang dapat memengaruhi suasana hati dan respons tubuh terhadap tekanan.

Menurut Ahli Gizi, dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK, makanan yang kita konsumsi memiliki peran penting dalam mengatur keseimbangan kimiawi otak yang berkaitan dengan mood dan stres. “Pola makan yang baik, kaya nutrisi, dapat membantu tubuh kita lebih resilien menghadapi stres,” ujar dr. Diana dalam sebuah kesempatan yang dikutip oleh beberapa media, termasuk CNN Indonesia. Pendekatan nutrisi ini menawarkan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan untuk manajemen stres.

Salah satu makanan yang direkomendasikan adalah ikan berlemak, seperti salmon, tuna, dan makarel. Ikan-ikan ini kaya akan asam lemak omega-3, terutama EPA dan DHA. Omega-3 diketahui memiliki efek anti-inflamasi dan berperan penting dalam fungsi otak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutritional Neuroscience pada tahun 2011, misalnya, menemukan bahwa suplementasi omega-3 dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan, yang seringkali menyertai stres kronis.

Telur juga masuk dalam daftar makanan pereda stres. Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung asam amino triptofan. Triptofan adalah prekursor serotonin, neurotransmitter yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Serotonin membantu mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan. Selain itu, telur juga kaya akan vitamin D dan kolin, yang keduanya penting untuk kesehatan otak.

Cokelat hitam, terutama yang memiliki kadar kakao tinggi (minimal 70%), juga dipercaya dapat membantu meredakan stres. Cokelat hitam mengandung flavonoid, sejenis antioksidan yang dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan mengurangi peradangan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Depression and Anxiety pada tahun 2015 menunjukkan bahwa konsumsi cokelat hitam secara teratur dapat mengurangi hormon stres seperti kortisol.

Buah-buahan beri, seperti blueberry, raspberry, dan strawberry, kaya akan antioksidan, terutama anthocyanin yang memberikan warna khas pada buah-buahan ini. Antioksidan membantu melawan stres oksidatif yang dapat memperburuk peradangan dan memengaruhi fungsi otak. Menurut sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada tahun 2020, konsumsi buah beri dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif dan pengurangan gejala depresi.

Terakhir, sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli merupakan sumber magnesium yang sangat baik. Magnesium berperan dalam lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh, termasuk regulasi sistem saraf dan respons stres. Kekurangan magnesium telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan dan depresi. Mengonsumsi sayuran hijau secara teratur dapat membantu menjaga kadar magnesium tubuh tetap optimal.

Para ahli gizi menekankan bahwa memasukkan kelima jenis makanan ini ke dalam pola makan sehari-hari dapat menjadi strategi yang efektif dan alami untuk mengelola stres. Penting untuk diingat bahwa respons tubuh terhadap makanan bersifat individual, dan kombinasi pola makan sehat dengan gaya hidup seimbang tetap menjadi kunci utama kesehatan mental.

Bagikan: Facebook X WhatsApp