Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Aksi Nekat Bawa Sapi ke Gunung Rinjani Picu Kemarahan Publik, Balai Taman Nasional: Sangat Tidak Dibenarkan

Oleh Destian July 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pendaki membawa sapi hidup ke puncak Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, menuai kecaman luas dari warganet. Aksi yang dinilai tidak menghargai kelestarian alam dan norma kesopanan ini mendapat respons keras dari berbagai kalangan, termasuk pihak pengelola kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat beberapa orang mendaki dengan susah payah sambil menggiring seekor sapi. Sapi tersebut tampak kelelahan dan terikat tali. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada awal Juli 2024, meskipun tanggal pasti dan lokasi spesifik di gunung tersebut belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Pihak Balai TNGR merespons cepat isu ini dengan menyatakan bahwa membawa hewan ternak, terlebih sapi hidup, ke dalam kawasan gunung adalah tindakan yang sangat tidak dibenarkan. Kepala Balai TNGR, R. Agus Budi Santoso, melalui keterangan pers, menegaskan bahwa hal tersebut melanggar peraturan pengelolaan kawasan konservasi dan dapat merusak ekosistem rapuh yang ada di Rinjani.

Agus Budi Santoso menjelaskan bahwa TNGR memiliki peraturan ketat mengenai barang bawaan pendaki. Hewan hidup, sampah yang berlebihan, serta bahan yang dapat mencemari lingkungan sangat dilarang untuk dibawa masuk. Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kebersihan dan kesehatan bagi pendaki lain.

Kecaman dari warganet membanjiri kolom komentar di berbagai platform media sosial. Banyak yang menyayangkan minimnya kesadaran dan rasa hormat para pelaku terhadap alam dan aturan yang berlaku. Ungkapan kekecewaan dan kemarahan disampaikan oleh para pencinta alam dan masyarakat umum yang menganggap Rinjani sebagai situs suci dan warisan alam yang harus dijaga kelestariannya.

Beberapa akun media sosial yang mengunggah ulang video tersebut juga menambahkan narasi yang menggarisbawahi dampak negatif aksi tersebut. Selain ancaman terhadap ekosistem, keberadaan sapi di jalur pendakian yang sempit dan curam juga berpotensi membahayakan keselamatan pendaki lain.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai identitas pasti para pendaki yang membawa sapi tersebut. Pihak Balai TNGR menyatakan sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku agar dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mereka juga mengimbau kepada seluruh pendaki untuk selalu mematuhi aturan dan menjaga kelestarian alam Gunung Rinjani.

Pihak pengelola TNGR berencana untuk meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada para pendaki mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan. Fokus pengawasan akan diperketat di titik-titik masuk dan jalur pendakian utama untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp