Friday, 11 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Kejadian Langka: Gadis AS Muntahkan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg Akibat Gangguan Psikologis

Oleh Destian September 11, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Seorang gadis remaja di Amerika Serikat harus menjalani operasi darurat setelah dokter menemukan gumpalan rambut seberat 1,5 kilogram di dalam lambungnya. Kondisi langka ini diduga kuat dipicu oleh gangguan psikologis yang membuatnya memakan rambutnya sendiri.

Insiden yang mencengangkan ini dilaporkan terjadi pada seorang gadis berusia 18 tahun yang identitasnya tidak disebutkan demi privasi. Ia datang ke rumah sakit dengan keluhan muntah hebat yang telah berlangsung cukup lama. Gejala ini awalnya dianggap sebagai masalah pencernaan biasa, namun kondisi pasien terus memburuk.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk rontgen dan CT scan, tim medis di sebuah rumah sakit di Texas, Amerika Serikat, terkejut melihat adanya massa besar di dalam lambung pasien. Massa tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Rapunzel Syndrome, sebuah kondisi medis yang sangat jarang terjadi di mana penderita menelan rambutnya sendiri dalam jumlah besar secara kompulsif.

Menurut laporan media lokal yang mengutip pernyataan tim medis, gumpalan rambut yang berhasil dikeluarkan dari lambung pasien memiliki berat mencapai 1,5 kilogram. Ukuran dan berat gumpalan rambut ini tergolong ekstrem, bahkan untuk kasus Rapunzel Syndrome yang sudah jarang ditemui.

Rapunzel Syndrome merupakan bentuk ekstrem dari trikobezoar, yaitu penumpukan benda asing yang tidak dapat dicerna di dalam saluran pencernaan. Dalam kasus ini, benda asing tersebut adalah rambut. Kondisi ini seringkali berkaitan dengan gangguan psikologis seperti trikotilomania (dorongan untuk menarik rambut) dan trikofagia (dorongan untuk memakan rambut).

Dokter yang menangani kasus ini menekankan bahwa Rapunzel Syndrome bukanlah sekadar masalah fisik, melainkan juga memiliki komponen psikologis yang kuat. Oleh karena itu, setelah operasi pengangkatan gumpalan rambut, pasien akan membutuhkan penanganan psikologis intensif untuk mengatasi akar penyebab perilakunya.

Kasus seperti ini sangat jarang terjadi, dengan laporan medis yang tercatat sangat terbatas. Penanganan yang cepat dan tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut yang bisa mengancam jiwa, seperti obstruksi usus, perforasi, atau malnutrisi berat.

Para ahli medis mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk memperhatikan perubahan perilaku anak-anak mereka, terutama jika menunjukkan tanda-tanda stres, kecemasan, atau kebiasaan aneh seperti memakan benda non-makanan. Konsultasi dengan profesional kesehatan mental sangat disarankan jika ada kekhawatiran.

Bagikan: Facebook X WhatsApp