Friday, 11 September 2026
BREAKING
Ekonomi

BRICS Rancang Sistem Pembayaran Baru, Ancaman Nyata bagi Dominasi Dolar AS?

Oleh Ishak September 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kelompok negara berkembang BRICS dilaporkan tengah mengembangkan sistem pembayaran alternatif yang berpotensi menggeser dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan internasional. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran blok tersebut terhadap penggunaan dolar AS sebagai alat sanksi oleh negara-negara Barat.

Langkah ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari upaya BRICS yang semakin serius untuk menciptakan tatanan ekonomi global yang lebih multipolar. Dolar AS telah lama menjadi mata uang cadangan utama dunia dan alat dominan dalam transaksi internasional, namun kerentanan terhadap sanksi telah mendorong negara-negara seperti Rusia dan China untuk mencari alternatif.

Meskipun detail spesifik mengenai “jalur pembayaran rahasia” ini belum sepenuhnya terungkap ke publik, berbagai laporan mengindikasikan bahwa BRICS sedang mengeksplorasi penggunaan mata uang lokal masing-masing negara anggota untuk memfasilitasi perdagangan antarnegara. Selain itu, ada spekulasi mengenai pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) yang mungkin dapat digunakan dalam kerangka kerja BRICS.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya telah menyatakan dukungannya terhadap upaya de-dolarisasi dan peningkatan peran mata uang nasional dalam perdagangan luar negeri. Hal senada juga diungkapkan oleh pejabat China, yang secara konsisten mendorong penggunaan yuan dalam transaksi internasional, terutama dengan mitra dagangnya.

Dampak potensial dari inisiatif ini sangat signifikan. Jika sistem pembayaran BRICS berhasil diadopsi secara luas, hal ini dapat mengurangi ketergantungan negara-negara anggota pada dolar AS, melemahkan pengaruh AS dalam kebijakan luar negeri dan ekonomi global, serta membuka jalan bagi mata uang lain untuk mendapatkan peran yang lebih besar.

Analisis ekonomi menunjukkan bahwa dominasi dolar AS, meskipun kuat, memiliki kerentanan. Sanksi yang dijatuhkan oleh AS terhadap negara-negara tertentu dapat memicu negara lain untuk mencari cara menghindari sistem keuangan yang didominasi dolar. BRICS, dengan kekuatan ekonomi gabungan yang terus bertumbuh, memiliki kapasitas untuk menawarkan alternatif yang kredibel.

Namun, tantangan tetap ada. Membangun sistem pembayaran global yang baru membutuhkan infrastruktur yang kuat, adopsi yang luas dari berbagai negara, dan kepercayaan terhadap mata uang atau sistem yang ditawarkan. Keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada bagaimana BRICS dapat mengatasi hambatan teknis, regulasi, dan membangun keyakinan pasar internasional.

Saat ini, BRICS terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Namun, blok ini telah mengundang beberapa negara lain untuk bergabung, termasuk Arab Saudi, Iran, dan Uni Emirat Arab, yang semakin memperluas potensi pengaruh ekonomi dan geografisnya.

Perkembangan sistem pembayaran alternatif oleh BRICS ini perlu terus dipantau karena dapat menandai pergeseran fundamental dalam lanskap keuangan global dan mengurangi sentralitas dolar AS yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Bagikan: Facebook X WhatsApp