Penurunan fungsi ginjal bukan lagi masalah eksklusif para lansia. Data menunjukkan semakin banyak individu usia muda yang mengalami kondisi ini, menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan jangka panjang. Pertanyaannya, apa saja faktor utama yang memicu menurunnya kinerja ginjal pada usia produktif?
Dr. R. W. Wirawan, Sp.PD-KGH, FINASIM, seorang spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi, menyoroti beberapa penyebab umum yang seringkali terabaikan. Menurutnya, gaya hidup yang tidak sehat menjadi akar masalahnya.
Salah satu pemicu krusial adalah kebiasaan merokok. “Merokok itu adalah salah satu penyebab utama terjadinya gangguan ginjal. Sangat banyak pasien kami yang perokok,” ujar Dr. Wirawan dalam acara Kompas.com “Ayo Hidup Sehat” pada Kamis (23/5/2024).
Bahaya merokok terhadap ginjal tidak main-main. Asap rokok mengandung berbagai zat kimia berbahaya yang dapat merusak pembuluh darah, termasuk yang menyuplai darah ke ginjal. Kerusakan ini menghambat fungsi penyaringan darah yang diemban ginjal, membuatnya bekerja lebih keras dan akhirnya menurun fungsinya.
Selain merokok, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga menjadi ancaman serius. Alkohol dapat membebani ginjal karena harus bekerja ekstra untuk memetabolisme zat tersebut. Paparan alkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sel-sel ginjal.
Dr. Wirawan juga menekankan pentingnya menjaga pola makan. Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak jenuh secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang berdampak pada ginjal, seperti hipertensi dan diabetes. Kedua kondisi ini merupakan musuh utama ginjal.
“Penyakit diabetes dan hipertensi itu kan penyebab utama terjadinya penyakit ginjal kronis,” jelas Dr. Wirawan. “Penyakit ginjal kronis itu kan ada stadiumnya, kalau dia sudah stadium 5, itu berarti dia sudah gagal ginjal.”
Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal sejak dini menjadi sangat penting. Perubahan gaya hidup sederhana, seperti berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, menerapkan pola makan sehat, dan mengontrol tekanan darah serta kadar gula darah, dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal di segala usia.
