Sebanyak tujuh jenis makanan dinilai berpotensi mengganggu kesehatan usus, mulai dari protein bar hingga daging olahan. Dr. Parameshwara, seorang pakar kesehatan, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap asupan yang dikonsumsi sehari-hari. Pemilihan makanan yang tepat sangat krusial untuk menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang berperan vital bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dalam keterangannya, Dr. Parameshwara menyebutkan bahwa protein bar, meskipun sering dianggap sebagai pilihan sehat, justru dapat menjadi musuh usus. Kandungan pemanis buatan dan serat yang berlebihan di dalamnya berpotensi menyebabkan iritasi pada lapisan usus. “Pemanis buatan seperti sorbitol dan xylitol dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus dan memicu masalah pencernaan seperti kembung dan diare,” jelasnya.
Daging olahan seperti sosis, nugget, dan kornet juga masuk dalam daftar makanan yang patut diwaspadai. Kandungan garam, pengawet, serta lemak jenuh yang tinggi dalam daging olahan dapat memicu peradangan pada usus. “Nitrit dan nitrat yang digunakan sebagai pengawet dapat berubah menjadi nitrosamin di dalam tubuh, yang bersifat karsinogenik dan merusak sel-sel usus,” ungkap Dr. Parameshwara.
Selain itu, minuman manis seperti soda dan jus buah kemasan juga tidak luput dari perhatian. Kandungan gula tinggi di dalamnya dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri jahat di usus, yang pada akhirnya mengganggu fungsi pencernaan. Makanan yang digoreng, termasuk keripik dan kentang goreng, juga berisiko karena proses penggorengan dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang merusak lapisan usus.
Produk susu olahan bagi sebagian orang juga dapat menimbulkan masalah. Laktosa dalam susu dapat sulit dicerna oleh individu yang intoleran laktosa, menyebabkan gejala seperti perut kembung dan nyeri. Gandum olahan, seperti roti putih dan biskuit, memiliki indeks glikemik tinggi yang dapat memicu lonjakan gula darah dan mengganggu keseimbangan bakteri usus.
Terakhir, makanan pedas, meskipun disukai banyak orang, perlu dikonsumsi dalam batas wajar. Kandungan capsaicin dalam cabai dapat mengiritasi lapisan usus, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas pencernaan tinggi. “Sebagai alternatif, pilihlah makanan utuh yang kaya serat seperti buah-buahan segar, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Untuk sumber protein, pilih daging tanpa lemak, ikan, atau telur,” saran Dr. Parameshwara.
