Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
Berita

Jakarta Tak Masuk Daftar: Terungkap Kota-kota Paling Hijau di Dunia

Oleh Ishak September 9, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah studi terbaru mengenai kualitas lingkungan perkotaan menyoroti deretan kota paling hijau di dunia, sebuah predikat yang sangat didambakan oleh kota-kota besar di seluruh penjuru bumi. Sayangnya, dalam daftar prestisius tersebut, nama Jakarta tidak tercantum, mengundang pertanyaan mengenai upaya keberlanjutan di ibu kota Indonesia.

Penilaian kota paling hijau ini umumnya didasarkan pada berbagai indikator, termasuk luasnya ruang terbuka hijau, kualitas udara, pengelolaan sampah, penggunaan energi terbarukan, serta tingkat polusi suara. Studi-studi semacam ini sering kali dilakukan oleh lembaga riset independen atau organisasi lingkungan global yang bertujuan untuk mendorong praktik perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Meskipun detail spesifik mengenai metodologi studi yang menghasilkan daftar ini belum sepenuhnya terurai dalam laporan awal, konsensus umum menempatkan kota-kota di Eropa Utara dan Amerika Utara sebagai pemimpin dalam kategori ini. Negara-negara seperti Swedia, Norwegia, dan Kanada kerap kali mendominasi peringkat teratas berkat komitmen jangka panjang mereka terhadap kebijakan lingkungan yang ketat dan investasi besar dalam infrastruktur hijau.

Sebagai contoh, kota-kota seperti Kopenhagen (Denmark), Stockholm (Swedia), dan Vancouver (Kanada) secara konsisten disebut dalam berbagai survei sebagai kota-kota paling hijau. Mereka dikenal memiliki jaringan transportasi publik yang efisien, banyak taman kota, kebijakan pengelolaan limbah yang canggih, serta penggunaan energi terbarukan yang masif dalam operasional kota.

Tidak masuknya Jakarta dalam daftar ini dapat diartikan sebagai cerminan tantangan yang dihadapi kota metropolitan di negara berkembang dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Isu-isu seperti urbanisasi yang cepat, kepadatan penduduk yang tinggi, polusi udara dari kendaraan bermotor, dan keterbatasan ruang hijau menjadi PR besar yang harus diatasi.

Di sisi lain, ada upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta untuk meningkatkan aspek lingkungan. Program penanaman pohon, pengembangan jalur sepeda, revitalisasi taman kota, serta kebijakan pengelolaan sampah yang lebih baik merupakan beberapa inisiatif yang patut diapresiasi. Namun, skala dan dampak dari upaya-upaya ini perlu terus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan kota-kota global lainnya.

Data dari berbagai laporan lingkungan sering kali menunjukkan bahwa kota-kota yang masuk dalam daftar teratas memiliki tingkat indeks kualitas udara (AQI) yang jauh lebih baik, persentase ruang terbuka hijau per kapita yang lebih tinggi, dan jejak karbon yang lebih rendah. Perbedaan ini menegaskan pentingnya perencanaan kota yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Ke depan, menjadi tantangan bagi Jakarta untuk terus berinovasi dan mengimplementasikan kebijakan yang lebih ambisius dalam upaya menjadikan kota ini lebih hijau. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat akan menjadi kunci utama untuk mencapai predikat kota hijau yang tidak hanya diakui secara lokal, tetapi juga mendapatkan pengakuan di kancah internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp