Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
Berita

Sengketa Perdagangan AS-Kanada: Dari Tarif Boeing hingga Bombardier Jadi Korban

Oleh Ishak September 9, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas, memicu perang tarif yang berdampak luas, bahkan hingga menyentuh raksasa kedirgantaraan Kanada, Bombardier. Perselisihan ini berawal dari tuduhan praktik dagang yang tidak adil terkait subsidi pesawat terbang, yang kemudian berujung pada langkah-langkah proteksionis dari kedua belah pihak.

Akar permasalahan bermula ketika perusahaan pesawat terbang asal Amerika Serikat, Boeing, mengajukan keluhan terhadap Bombardier. Boeing menuduh Bombardier menerima subsidi ilegal dari pemerintah Kanada yang memungkinkannya menjual pesawat CSeries dengan harga sangat murah di pasar Amerika Serikat. Keluhan ini kemudian dibawa ke Departemen Perdagangan AS dan Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC).

Pada September 2017, Departemen Perdagangan AS mengeluarkan keputusan awal yang mendukung klaim Boeing, memberlakukan tarif impor awal sebesar 219% untuk pesawat CSeries yang diimpor ke AS. Keputusan ini kemudian diperkuat oleh USITC pada Januari 2018, yang mengonfirmasi adanya kerugian bagi industri domestik AS akibat impor pesawat Bombardier.

Pemerintah Kanada, yang menganggap langkah AS tersebut tidak berdasar dan merupakan bentuk proteksionisme, segera merespons. Kanada membalas dengan mengenakan tarif balasan atas sejumlah produk impor dari AS, termasuk produk pertanian seperti produk olahan maple, mesin cuci, dan baja. Langkah ini menunjukkan keseriusan Kanada dalam mempertahankan industri negaranya.

Dampak dari sengketa ini sangat terasa bagi Bombardier. Pesawat CSeries, yang merupakan produk andalan perusahaan, sangat bergantung pada pasar Amerika Utara. Dengan adanya tarif yang sangat tinggi, penjualan pesawat tersebut ke AS menjadi hampir mustahil. Hal ini semakin memperburuk kondisi keuangan Bombardier yang saat itu memang sedang menghadapi tantangan.

Situasi ini turut menarik perhatian maskapai penerbangan besar AS, Delta Air Lines, yang merupakan pembeli utama pesawat CSeries. Delta menyatakan kekecewaannya terhadap perang dagang ini dan menegaskan bahwa mereka membeli pesawat Bombardier karena kualitas dan harganya yang kompetitif, bukan karena subsidi.

Menyadari potensi kerugian yang lebih besar dan upaya untuk meredakan ketegangan, sebuah perkembangan signifikan terjadi ketika Airbus, pesaing utama Boeing, mengumumkan akuisisi mayoritas saham program pesawat CSeries Bombardier pada Oktober 2017. Langkah ini memberikan Bombardier akses ke jaringan global Airbus dan membantu mengatasi hambatan tarif AS, meskipun dengan konsekuensi berkurangnya kontrol perusahaan atas produk andalannya.

Sebagai bagian dari penyelesaian konflik, pada Januari 2018, Boeing dan Bombardier mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri sengketa perdagangan. Kesepakatan ini termasuk pencabutan tarif impor yang dikenakan AS terhadap pesawat CSeries. Meskipun begitu, dampak jangka panjang dari sengketa ini terhadap hubungan dagang kedua negara dan posisi Bombardier di pasar global masih terus menjadi perhatian.

Perang tarif antara AS dan Kanada ini menjadi pengingat akan kompleksitas hubungan perdagangan internasional dan bagaimana perselisihan mengenai subsidi dan persaingan dapat dengan cepat meningkat menjadi konflik yang lebih luas, menelan korban dari industri-industri strategis. Pemantauan terhadap implementasi kesepakatan dan dinamika perdagangan selanjutnya akan tetap krusial.

Bagikan: Facebook X WhatsApp