Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ahli Jelaskan Kandungan Berbahaya

Oleh Destian September 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali memicu kekhawatiran, kali ini terkait potensi iritasi kulit yang dapat disebabkan oleh abu vulkaniknya. Kandungan partikel halus dan zat kimia dalam abu tersebut menjadi penyebab utama reaksi negatif pada kulit manusia, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas tinggi.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendra Gunawan, abu vulkanik memang memiliki komposisi yang beragam. “Abu vulkanik itu kan terdiri dari fragmen batuan, mineral, dan pecahan kaca yang sangat halus,” jelas Hendra dalam keterangan yang dikutip dari CNN Indonesia. Ukuran partikel yang sangat kecil inilah yang memungkinkannya menempel dan masuk ke pori-pori kulit.

Lebih lanjut, Hendra merinci bahwa abu vulkanik seringkali mengandung senyawa seperti silika, sulfur dioksida, dan berbagai mineral lain yang dapat bersifat abrasif dan iritatif. “Partikel silika, misalnya, bisa seperti pecahan kaca halus yang menggores permukaan kulit,” terangnya. Paparan langsung tanpa perlindungan yang memadai dapat menyebabkan kemerahan, gatal, bahkan luka ringan pada kulit.

Dampak iritasi tidak hanya terbatas pada kulit. Abu vulkanik yang tertiup angin dapat terhirup dan mengiritasi saluran pernapasan, serta mengganggu penglihatan jika mengenai mata. Oleh karena itu, PVMBG secara rutin mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berapi aktif untuk selalu waspada dan mengambil langkah pencegahan.

Menanggapi potensi bahaya ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga terus memantau perkembangan cuaca dan sebaran abu vulkanik. Informasi mengenai arah dan kecepatan angin menjadi krusial untuk memprediksi sejauh mana abu vulkanik akan menyebar dan area mana saja yang berpotensi terdampak.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di zona terdampak, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat terjadi erupsi atau saat terdeteksi sebaran abu vulkanik. Penggunaan masker, kacamata pelindung, dan pakaian tertutup direkomendasikan sebagai langkah perlindungan diri yang efektif.

PVMBG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi terbaru mengenai status gunung berapi dan potensi dampaknya akan terus disampaikan kepada publik melalui kanal informasi resmi untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp