Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bapak Anggito Abimanyu, baru-baru ini hadir di Lampung untuk membagikan resep suksesnya kepada generasi muda. Acara yang dihadiri oleh ratusan anak muda ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan bekal menghadapi tantangan di masa depan, dengan penekanan pada pentingnya adaptasi, inovasi, dan literasi keuangan.
Dalam sesi berbagi pengalaman yang berlangsung di salah satu perguruan tinggi di Lampung, Anggito Abimanyu menyampaikan bahwa kunci keberhasilan di era modern tidak hanya terletak pada kecerdasan akademis, tetapi juga pada kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Ia menekankan bahwa generasi muda harus memiliki pola pikir terbuka dan kemauan untuk keluar dari zona nyaman demi meraih potensi penuh mereka.
Anggito Abimanyu, yang juga dikenal sebagai akademisi dan tokoh di bidang keuangan, menggarisbawahi pentingnya inovasi sebagai motor penggerak kemajuan. Menurutnya, anak muda harus berani menciptakan ide-ide baru dan solusi kreatif untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada di masyarakat maupun di dunia usaha. “Inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang cara berpikir dan cara bertindak yang berbeda dari sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, literasi keuangan menjadi salah satu pilar utama yang dibahas oleh Anggito. Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan pribadi dan investasi sangat krusial bagi kaum muda agar dapat membangun masa depan finansial yang stabil. LPS, sebagai institusi yang dipimpinnya, memiliki peran penting dalam edukasi masyarakat, termasuk generasi muda, mengenai pentingnya keamanan simpanan dan sistem perbankan yang sehat.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa dan pelaku UMKM muda di Lampung. Mereka berkesempatan untuk berdialog langsung dan mengajukan pertanyaan kepada Anggito Abimanyu mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam memulai dan mengembangkan usaha, serta strategi untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Anggito juga menyoroti peran penting teknologi digital dalam membuka peluang baru bagi generasi muda. Ia mendorong mereka untuk memanfaatkan platform digital dalam berwirausaha, memasarkan produk, dan menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dinilai sebagai aset berharga yang akan membedakan mereka di tengah persaingan.
Acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan generasi muda. Dengan bekal pengetahuan, inspirasi, dan motivasi yang diberikan, diharapkan para anak muda Lampung dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan negara.
Ke depan, kolaborasi antara institusi seperti LPS dengan komunitas pemuda dan akademisi di daerah diharapkan dapat terus terjalin untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing.
