Saturday, 5 September 2026
BREAKING
Berita

Wacana Penutupan Ratusan BUMN oleh Prabowo Dinilai Berpotensi Hemat Triliunan Rupiah

Oleh Ishak September 5, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dikabarkan kembali mewacanakan penutupan ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tahun mendatang. Rencana ini, jika terealisasi, diperkirakan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp 100 triliun. Wacana ini muncul sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dan efisiensi pengelolaan aset negara yang dinilai tidak produktif.

Wacana penutupan ratusan BUMN ini bukan kali pertama diutarakan oleh Prabowo Subianto. Sebelumnya, saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, ia pernah menyampaikan gagasan serupa terkait perlunya mengevaluasi kembali keberadaan BUMN yang dianggap tidak memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Fokus utamanya adalah pada BUMN yang terus merugi atau memiliki kinerja buruk.

Estimasi penghematan sebesar Rp 100 triliun muncul dari perhitungan potensi efisiensi yang bisa dicapai. Angka ini mencakup pengurangan biaya operasional, subsidi yang selama ini disalurkan kepada BUMN yang merugi, serta potensi divestasi aset yang dapat dialihkan untuk proyek yang lebih strategis. Namun, rincian pasti mengenai BUMN mana saja yang akan ditutup dan bagaimana perhitungan spesifik angka Rp 100 triliun tersebut belum diungkapkan secara detail.

Pemerintah sendiri, melalui Kementerian BUMN, telah beberapa kali melakukan konsolidasi dan penutupan sejumlah BUMN yang dianggap tidak efisien. Tercatat, sejak tahun 2020 hingga awal 2024, sudah ada puluhan BUMN yang dilikuidasi atau digabungkan dengan BUMN lain dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan perusahaan plat merah.

Para pengamat ekonomi menyambut baik wacana ini, namun juga memberikan catatan penting. Mereka menekankan bahwa penutupan BUMN harus dilakukan secara hati-hati dan terukur. Evaluasi harus komprehensif, tidak hanya melihat dari sisi kerugian, tetapi juga mempertimbangkan peran strategis BUMN tersebut bagi perekonomian, ketersediaan lapangan kerja, serta dampaknya terhadap sektor-sektor terkait.

Lebih lanjut, efisiensi BUMN juga dapat dicapai melalui perbaikan tata kelola perusahaan, penguatan sumber daya manusia, dan penerapan teknologi yang lebih modern. Penutupan adalah salah satu opsi, namun bukan satu-satunya solusi. Penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada analisis mendalam dan data yang akurat.

Dampak potensial dari penutupan BUMN ini tidak hanya terbatas pada penghematan anggaran. Jika dilakukan dengan baik, ini bisa mendorong persaingan yang lebih sehat di sektor swasta dan mengalihkan investasi ke sektor-sektor yang lebih menjanjikan. Namun, perlu juga diantisipasi potensi penyerapan tenaga kerja yang terdampak dan langkah mitigasinya.

Meskipun wacana ini menarik perhatian, realisasi penutupan ratusan BUMN dalam waktu dekat masih memerlukan kajian mendalam dan persetujuan dari berbagai pihak. Proses restrukturisasi perusahaan pelat merah adalah agenda berkelanjutan yang memerlukan strategi matang dan eksekusi yang tepat sasaran.

Bagikan: Facebook X WhatsApp