Friday, 31 July 2026
BREAKING
Berita

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Rp 195 Triliun Dana Asing Mengalir ke SBN dan SRBI

Oleh Ishak July 31, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI Rate) pada level yang sama, sebuah langkah yang ternyata disambut positif oleh pasar keuangan. Keputusan ini mendorong masuknya dana asing senilai Rp 195 triliun ke dalam instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sukuk Ritel Bank Indonesia (SRBI) sepanjang tahun berjalan.

Keputusan dewan gubernur BI pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini kembali mempertahankan BI Rate di angka 6,25%. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang terus terjaga, serta untuk mendukung upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.

Masuknya dana asing yang signifikan ini menunjukkan adanya kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia, terutama terhadap instrumen pendapatan tetap yang diterbitkan oleh pemerintah dan bank sentral. Nilai Rp 195 triliun yang terhimpun di SBN dan SRBI menjadi indikator kuat terhadap daya tarik pasar keuangan domestik.

Instrumen SBN, yang meliputi Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), menjadi salah satu pilihan utama investor asing karena dianggap relatif aman dan menawarkan imbal hasil yang kompetitif. Sementara itu, SRBI, sebagai instrumen pasar uang yang diterbitkan oleh BI, juga menarik minat investor karena likuiditasnya yang tinggi dan kepastian pengembalian.

Sebelumnya, BI telah melakukan penyesuaian suku bunga acuan secara bertahap. Namun, dalam beberapa periode terakhir, BI tampaknya memilih untuk memberikan ruang bagi suku bunga untuk memberikan sinyal stabilitas yang lebih kuat bagi pasar, sekaligus mengantisipasi berbagai dinamika ekonomi global dan domestik.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam berbagai kesempatan sebelumnya, selalu menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan iklim investasi kondusif. Keputusan menahan suku bunga acuan ini sejalan dengan upaya tersebut, di mana BI menilai inflasi masih berada dalam sasaran.

Analis pasar keuangan menilai bahwa keputusan BI Rate yang stabil ini memberikan kepastian bagi investor. Selain itu, fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat, termasuk defisit transaksi berjalan yang terkendali dan cadangan devisa yang memadai, turut berkontribusi pada meningkatnya minat investor asing.

Perlu dicermati lebih lanjut bagaimana tren masuknya dana asing ini akan berlanjut di masa mendatang, terutama dengan adanya potensi perubahan kebijakan moneter di negara-negara maju yang dapat mempengaruhi aliran modal global. Stabilitas kebijakan moneter BI menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan investor.

Bagikan: Facebook X WhatsApp