Thursday, 3 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Inovasi AI dan Time-Lapse Ubah Seleksi Embrio Program IVF

Oleh Destian September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pencitraan time-lapse kini menjadi terobosan signifikan dalam program bayi tabung (IVF). Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proses seleksi embrio, yang merupakan salah satu tahapan krusial dalam upaya pasangan yang mengalami masalah kesuburan untuk memiliki buah hati.

Perjalanan pasangan yang menghadapi tantangan kesuburan untuk memiliki keturunan seringkali diwarnai dengan berbagai pertimbangan, termasuk pilihan metode dan teknologi yang digunakan. Dalam konteks program IVF, pemilihan embrio yang berkualitas tinggi menjadi kunci keberhasilan kehamilan. Metode seleksi embrio konvensional terkadang memiliki keterbatasan dalam memantau perkembangan embrio secara detail dan berkelanjutan.

Kini, hadirnya teknologi AI dan time-lapse menawarkan solusi revolusioner. Sistem AI dilatih untuk menganalisis ribuan data perkembangan embrio, mengidentifikasi pola-pola halus yang mungkin terlewat oleh mata manusia. Sementara itu, teknologi time-lapse memungkinkan para embriolog untuk merekam dan meninjau setiap momen penting dalam pertumbuhan embrio tanpa perlu mengganggu inkubatornya. Hal ini meminimalkan stres pada embrio dan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai viabilitasnya.

Salah satu contoh implementasi teknologi ini adalah yang dilakukan oleh PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak perusahaannya, PT Bifarma Putera Pangan. Melalui kolaborasi dengan laboratorium klinik dan rumah sakit, Kalbe memperkenalkan teknologi time-lapse incubator dan sistem AI untuk seleksi embrio. Direktur PT Bifarma Putera Pangan, Bambang Surya, menyatakan, “Kami bekerja sama dengan para klinisi dan laboratorium untuk menghadirkan teknologi terkini yang kami yakini dapat meningkatkan keberhasilan program kehamilan pasien.”

Bambang Surya menambahkan bahwa teknologi ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah proses seleksi, tetapi juga untuk memberikan hasil yang lebih objektif. “Dengan menggunakan teknologi ini, para embriolog mendapatkan alat bantu yang lebih canggih untuk memantau dan menganalisis perkembangan embrio secara real-time, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih embrio terbaik untuk ditransfer,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang Surya mengungkapkan bahwa investasi pada teknologi mutakhir ini merupakan bagian dari komitmen Kalbe untuk terus berinovasi di bidang kesehatan reproduksi. “Kami terus berupaya untuk menghadirkan solusi-solusi inovatif yang dapat membantu lebih banyak pasangan meraih impian mereka untuk memiliki keluarga,” pungkasnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp