Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Destry Damayanti, berjanji akan membawa era baru dalam penyelenggaraan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan. Ia menargetkan forum pertemuan rutin para pengambil kebijakan moneter ini akan menjadi lebih interaktif dan dinamis, mencerminkan kebutuhan komunikasi yang lebih efektif di era digital.
Janji ini disampaikan Destry usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada September 2026. Pernyataannya mengindikasikan adanya komitmen untuk meningkatkan kualitas diskusi dan pengambilan keputusan dalam menentukan arah kebijakan moneter BI.
Selama ini, RDG bulanan menjadi forum krusial bagi BI untuk mengevaluasi kondisi ekonomi terkini, baik domestik maupun global, serta merumuskan kebijakan suku bunga acuan dan langkah-langkah strategis lainnya. Namun, Destry melihat adanya ruang untuk penyempurnaan agar forum ini tidak hanya menjadi ajang pemaparan, tetapi juga dialog yang lebih substantif.
Konsep ‘lebih interaktif’ yang diusung Destry diperkirakan mencakup pemanfaatan teknologi untuk memfasilitasi diskusi, mungkin dengan integrasi platform digital yang memungkinkan partisipasi lebih luas dari berbagai unit di BI. Selain itu, format penyampaian materi dan diskusi juga diharapkan dapat diinovasi agar lebih menarik dan memicu pemikiran kritis.
Peningkatan interaktivitas ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam setiap RDG, sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih komprehensif dan mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Hal ini juga sejalan dengan tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi dari publik.
Sebagai seorang ekonom yang memiliki rekam jejak panjang, termasuk pengalaman di lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Destry diharapkan membawa perspektif segar dalam pengelolaan kebijakan moneter. Pengalaman globalnya dapat menjadi aset berharga dalam merancang RDG yang lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi dunia.
Kehadiran Destry sebagai Deputi Gubernur baru diharapkan tidak hanya membawa perubahan pada RDG, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap efektivitas kebijakan moneter BI secara keseluruhan. Komitmennya terhadap interaktivitas dalam forum RDG menjadi sinyal positif awal dari era kepemimpinan yang baru di bank sentral.
Perubahan menuju RDG yang lebih interaktif ini akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipantau ke depannya, terutama dampaknya terhadap kelincahan BI dalam merespons gejolak ekonomi dan menjaga stabilitas moneter serta sistem keuangan Indonesia.
