Thursday, 27 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Gerhana Bulan Total ‘Blood Moon’ Akan Hiasi Langit Pekan Ini, Catat Lokasi Terbaik Mengamatinya

Oleh Destian August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Fenomena gerhana bulan total yang dijuluki ‘Blood Moon’ akan segera tersaji di langit pekan ini, menawarkan pemandangan langka bagi para pencinta astronomi. Peristiwa alam ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tanggal yang telah dinantikan, dan sejumlah lokasi diyakini menawarkan visibilitas terbaik untuk menyaksikan keindahannya.

Menurut informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), gerhana bulan total kali ini akan terjadi pada hari Selasa, 26 September 2026. Fenomena ini terjadi ketika seluruh bayangan inti Bumi (umbra) menutupi Bulan, menyebabkan permukaannya tampak berwarna kemerahan.

Prakiraan astronom mengindikasikan bahwa puncak gerhana, saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi, akan berlangsung selama beberapa waktu. Waktu pastinya dapat bervariasi tergantung pada zona waktu lokal, namun para pengamat di wilayah yang memungkinkan akan dapat menyaksikan seluruh rangkaian fase gerhana, mulai dari awal hingga akhir.

Untuk mendapatkan pengalaman mengamati ‘Blood Moon’ yang optimal, para ahli menyarankan untuk mencari lokasi dengan polusi cahaya minimal. Daerah pedesaan, pegunungan, atau pantai yang jauh dari keramaian kota biasanya menjadi pilihan utama. Langit yang cerah tanpa awan tebal juga merupakan faktor krusial untuk menikmati keindahan gerhana ini.

Di Indonesia, beberapa wilayah yang berpotensi menawarkan pemandangan terbaik antara lain adalah daerah dataran tinggi seperti Dieng di Jawa Tengah, atau kawasan Observatorium Nasional di NTT. Namun, BRIN menegaskan bahwa fenomena ini dapat diamati dari berbagai lokasi di seluruh Indonesia, asalkan kondisi cuaca mendukung.

Selain mengamati secara langsung, masyarakat juga dapat mengikuti siaran langsung fenomena ini melalui kanal-kanal resmi lembaga astronomi atau media yang bekerja sama dengan mereka. Hal ini menjadi alternatif bagi mereka yang berada di lokasi dengan kendala cuaca atau akses.

Peristiwa gerhana bulan total ini bukan hanya sekadar tontonan alam yang memukau, tetapi juga menjadi momen penting bagi komunitas ilmiah untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait atmosfer Bumi dan interaksinya dengan cahaya matahari yang dipantulkan ke Bulan.

Para pengamat astronomi diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari lembaga resmi seperti BRIN atau BMKG mengenai detail waktu dan prediksi cuaca. Kesiapan peralatan seperti teleskop atau kamera juga dapat meningkatkan kualitas pengamatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp