Thursday, 27 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Gizi Protein Anak Terjangkau: Panduan Praktis untuk Orang Tua Cerdas

Oleh Destian August 27, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kebutuhan protein bagi tumbuh kembang anak seringkali diasosiasikan dengan biaya mahal, namun pakar nutrisi menegaskan bahwa pemenuhan gizi esensial ini dapat dilakukan dengan pilihan bahan pangan yang lebih ekonomis dan mudah didapatkan. Fokus pada sumber protein nabati dan hewani lokal yang kaya nutrisi menjadi kunci agar anak tetap sehat tanpa memberatkan anggaran keluarga.

Kekhawatiran orang tua mengenai mahalnya bahan pangan sumber protein seperti daging sapi atau ikan mahal seringkali menjadi penghalang. Padahal, menurut Kementerian Kesehatan RI, protein memegang peranan krusial dalam pembentukan sel tubuh, organ, enzim, serta antibodi yang penting untuk daya tahan tubuh anak.

Ahli gizi, Dr. Siti Aminah, dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Gizi Indonesia pada awal Agustus 2023, menekankan pentingnya variasi sumber protein. “Kita tidak harus selalu mengandalkan sumber protein hewani yang harganya cenderung fluktuatif. Banyak sumber protein nabati yang tak kalah bernutrisi dan jauh lebih terjangkau,” ujarnya.

Sumber protein nabati yang direkomendasikan antara lain adalah tempe dan tahu. Kedua olahan kedelai ini tidak hanya kaya protein, tetapi juga mengandung serat, vitamin, dan mineral penting lainnya. Selain itu, kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hijau, dan lentil juga dapat menjadi alternatif yang baik untuk melengkapi kebutuhan protein anak.

Untuk sumber protein hewani yang lebih ekonomis, telur menjadi pilihan utama. Telur ayam kampung maupun telur ayam negeri kaya akan protein lengkap, vitamin D, dan kolin yang baik untuk perkembangan otak anak. Ikan air tawar seperti lele, mujair, atau patin juga menawarkan protein berkualitas tinggi dengan harga yang lebih bersahabat dibandingkan ikan laut tertentu.

Pemerintah melalui program-program kesehatan masyarakat juga terus mendorong kesadaran akan pentingnya gizi seimbang. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi stunting pada anak balita di Indonesia masih menjadi tantangan, yang mana kekurangan protein merupakan salah satu faktor penyebabnya.

Strategi pemenuhan protein anak yang terjangkau juga dapat dilakukan dengan cara pengolahan yang tepat. Memasak dengan cara direbus, dikukus, atau ditumis tanpa banyak menggunakan minyak dapat menjaga kandungan nutrisi dan mengurangi risiko penyakit tidak menular di kemudian hari.

Pihak Dinas Kesehatan setempat juga kerap mengadakan penyuluhan rutin di puskesmas-puskesmas mengenai pentingnya gizi seimbang untuk balita dan ibu hamil. Materi penyuluhan ini mencakup panduan memilih bahan pangan lokal yang bergizi dan cara mengolahnya agar aman serta bernutrisi.

Ke depan, diharapkan adanya peningkatan literasi gizi di masyarakat agar orang tua dapat membuat pilihan pangan yang cerdas dan terjangkau untuk kesehatan optimal anak-anak mereka. Pemantauan perkembangan anak secara berkala melalui posyandu juga menjadi sarana penting untuk memastikan tumbuh kembang mereka sesuai dengan standar kesehatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp