Jakarta – Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Ririek Adriansyah, membeberkan visi besar perusahaan untuk satu dekade ke depan, menargetkan transformasi signifikan hingga tahun 2030. Fokus utama transformasi ini adalah penguatan di sektor digital dan pengembangan layanan yang terintegrasi untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Dalam sebuah kesempatan, Ririek Adriansyah menjelaskan bahwa Telkom telah merancang peta jalan yang jelas untuk mencapai target ambisius tersebut. Transformasi ini tidak hanya sekadar perubahan internal, tetapi juga mencakup evolusi model bisnis dan penawaran produk serta layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Latar belakang dari transformasi besar-besaran ini adalah dinamika industri telekomunikasi yang terus berubah. Munculnya teknologi baru seperti 5G, kecerdasan buatan (AI), dan kebutuhan akan konektivitas yang semakin tinggi mendorong Telkom untuk beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan dan kompetitif.
Target hingga 2030 ini mencakup beberapa pilar utama. Pertama, Telkom berupaya menjadi pemain utama dalam ekosistem digital nasional, tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur tetapi juga sebagai pengembang solusi digital yang komprehensif. Ini termasuk memperkuat bisnis di sektor data center, cloud computing, dan layanan digital lainnya.
Kedua, perusahaan menargetkan peningkatan kualitas dan jangkauan layanan broadband. Investasi dalam infrastruktur jaringan fiber optik dan teknologi nirkabel terbaru akan terus digenjot untuk memastikan konektivitas yang stabil dan cepat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Selain itu, Telkom juga berencana untuk memperluas penetrasi layanan digitalnya ke segmen enterprise dan UMKM. Dengan menyediakan solusi digital yang terjangkau dan mudah diakses, Telkom berharap dapat mendorong digitalisasi bisnis di Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Ririek Adriansyah menekankan bahwa transformasi ini juga melibatkan penguatan sumber daya manusia. Pelatihan dan pengembangan talenta digital menjadi prioritas agar karyawan Telkom memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan. Budaya inovasi dan adaptabilitas juga akan terus ditanamkan.
Menghadapi target 2030, Telkom menyadari tantangan yang ada, termasuk persaingan dari pemain global dan kebutuhan investasi yang besar. Namun, dengan dukungan pemerintah dan strategi yang matang, Telkom optimis dapat mewujudkan visinya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia.
Perjalanan Telkom menuju 2030 akan terus dipantau, terutama bagaimana perusahaan ini mampu mengeksekusi strategi transformasinya di tengah lanskap digital yang dinamis dan persaingan yang semakin ketat.
