Otoritas Taiwan hari ini mendakwa sembilan orang, termasuk seorang manajer senior dari perusahaan semikonduktor ternama Nvidia, terkait kasus penyelundupan server kecerdasan buatan (AI) ke Tiongkok. Kasus ini terungkap setelah penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh Kejaksaan Distrik Taipei.
Menurut laporan, terdakwa dituduh memfasilitasi pengiriman komponen server AI canggih yang dilarang untuk diekspor ke Tiongkok. Tindakan ini diduga dilakukan dengan memanfaatkan perusahaan cangkang untuk mengelabui bea cukai dan regulator.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa para pelaku diduga telah melakukan aksinya sejak tahun 2021. Mereka menggunakan berbagai modus operandi, termasuk memecah komponen server menjadi bagian-bagian kecil dan menyamarkannya sebagai barang lain untuk menghindari deteksi.
Kejaksaan juga menduga bahwa para terdakwa telah berhasil mengirimkan sejumlah besar server AI ke Tiongkok sebelum praktik ilegal ini terbongkar. Nilai dari barang selundupan tersebut diperkirakan mencapai jutaan dolar Amerika Serikat.
Seorang juru bicara dari Nvidia menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk mematuhi semua peraturan ekspor yang berlaku. “Kami bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas terkait dalam penyelidikan ini dan menanggapi masalah kepatuhan dengan sangat serius,” ujar juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan.
Pihak berwenang Taiwan menekankan pentingnya menjaga keamanan rantai pasokan teknologi tinggi dan mencegah penyalahgunaan teknologi untuk kepentingan yang tidak semestinya. Penyelundupan ini dikhawatirkan dapat membahayakan keamanan nasional dan stabilitas regional.
Para terdakwa kini menghadapi tuntutan pidana yang serius dan terancam hukuman berat jika terbukti bersalah. Sidang perdana dijadwalkan akan digelar dalam beberapa bulan mendatang di Pengadilan Distrik Taipei.
