Monday, 24 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Kebakaran Hebat Landa Desa Adat Sade Lombok, 129 Rumah Tradisional Ludes: Misteri Filosofi Arsitektur Terancam

Oleh Destian August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah insiden tragis melanda Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (23/8/2026), ketika api melalap habis 129 unit rumah adat tradisional Sasak. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 14.00 WITA ini menyebabkan kerugian materiil yang sangat besar dan mengancam kelestarian warisan budaya masyarakat Sasak. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang diduga berasal dari salah satu rumah warga.

Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah, AKBP Iwan Arianto, menyatakan bahwa tim pemadam kebakaran dari Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, besarnya kobaran api dan bahan bangunan rumah adat yang mudah terbakar membuat upaya pemadaman berlangsung sulit dan memakan waktu berjam-jam. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa nahas ini, namun ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok, dikenal dengan rumah adat Sasak yang memiliki ciri khas unik. Rumah-rumah ini, yang dikenal sebagai ‘uma lingo’, terbuat dari material alami seperti bambu, alang-alang, dan tanah liat. Keunikan arsitekturnya tidak hanya pada bentuknya, tetapi juga sarat makna filosofis yang mencerminkan kehidupan dan kepercayaan masyarakat Sasak.

Secara filosofis, struktur rumah adat Sade melambangkan kesederhanaan, kebersamaan, dan harmoni dengan alam. Dinding rumah yang terbuat dari tanah liat dan dilepa dengan kotoran kerbau dipercaya dapat memberikan kesejukan alami di tengah cuaca tropis. Atap yang tinggi dan terbuat dari tumpukan alang-alang juga memiliki fungsi ventilasi yang baik, sekaligus menyimbolkan hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta.

Tata ruang interior rumah adat Sade juga memiliki makna mendalam. Ruang tamu yang luas mencerminkan keterbukaan dan keramahan masyarakat Sasak terhadap tamu. Sementara itu, ruang-ruang lain yang lebih kecil dan tertutup digunakan untuk keperluan keluarga, menunjukkan pentingnya privasi dan keharmonisan dalam keluarga.

Pihak pemerintah daerah, melalui Dinas Pariwisata NTB, telah menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah ini. Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh Faozal, kepada wartawan pada Rabu (24/8/2026) mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Pelestarian Cagar Budaya dan lembaga terkait lainnya, untuk melakukan kajian mendalam mengenai langkah-langkah pemulihan dan revitalisasi Desa Adat Sade.

Faozal menambahkan, selain upaya rekonstruksi fisik, perhatian khusus juga akan diberikan pada pelestarian nilai-nilai filosofis dan budaya yang terkandung dalam arsitektur rumah adat tersebut. Hal ini penting agar pembangunan kembali tidak hanya mengembalikan bentuk fisik, tetapi juga menjaga esensi warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Meskipun investigasi penyebab kebakaran masih berlangsung, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau kelalaian warga. Pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan akar permasalahan yang menyebabkan tragedi ini.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB rencananya akan segera menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan posko darurat untuk membantu warga yang terdampak. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga diharapkan dapat segera dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali Desa Adat Sade.

Masyarakat luas kini menanti langkah konkret selanjutnya dari pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk memulihkan Desa Adat Sade. Fokus utama adalah bagaimana membangun kembali rumah-rumah adat yang ludes terbakar dengan tetap mempertahankan keaslian arsitektur dan makna filosofisnya, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp