Monday, 24 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Mitos atau Fakta: Benarkah Minum Es Perparah Batuk Anak?

Oleh Destian August 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perdebatan mengenai apakah minuman dingin, khususnya es, dapat memperparah batuk pada anak-anak telah lama beredar di masyarakat. Banyak orang tua yang meyakini bahwa menghindari minuman dingin saat anak batuk adalah cara terbaik untuk mempercepat kesembuhan. Namun, benarkah klaim ini didukung oleh bukti medis yang kuat?

Secara umum, mayoritas ahli medis dan organisasi kesehatan sepakat bahwa minum air dingin, termasuk es, tidak secara langsung menyebabkan atau memperparah batuk pada anak. Batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus, alergi, atau iritasi pada saluran pernapasan. Minuman dingin tidak memiliki mekanisme biologis untuk memicu kondisi-kondisi tersebut.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi minuman dingin dapat memperburuk batuk. IDAI menekankan bahwa yang terpenting adalah menjaga hidrasi anak agar lendir di saluran napas tetap encer dan mudah dikeluarkan. Air putih, baik suhu ruangan maupun dingin, sangat baik untuk tujuan ini.

Profesor Tjandra Yoga Aditama, seorang spesialis paru dari Universitas Indonesia, pernah menyatakan dalam sebuah wawancara dengan media bahwa suhu minuman tidak signifikan memengaruhi batuk. Fokus utama penanganan batuk pada anak adalah mengidentifikasi penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat sesuai anjuran dokter, bukan membatasi asupan minuman berdasarkan suhunya.

Meskipun demikian, ada beberapa nuansa yang perlu diperhatikan. Bagi sebagian anak yang memiliki sensitivitas saluran napas, konsumsi minuman yang sangat dingin secara tiba-tiba bisa memicu refleks batuk atau rasa tidak nyaman di tenggorokan. Hal ini lebih bersifat respons individual daripada efek langsung minuman dingin pada infeksi batuk itu sendiri.

Dokter anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) juga seringkali menyarankan orang tua untuk tidak terlalu khawatir soal suhu minuman. Mereka lebih menekankan pentingnya asupan cairan yang cukup, nutrisi yang baik, dan istirahat yang memadai untuk membantu anak pulih dari batuk.

Penting untuk membedakan antara mitos yang beredar di masyarakat dengan rekomendasi medis yang didukung sains. Jika anak merasa nyaman dan tidak menunjukkan reaksi negatif saat minum air dingin, maka tidak ada alasan kuat untuk melarangnya. Namun, jika orang tua merasa khawatir atau anak menunjukkan ketidaknyamanan, memberikan minuman hangat seperti air putih hangat atau teh herbal tanpa gula bisa menjadi alternatif yang lebih menenangkan.

Oleh karena itu, saran terbaik bagi orang tua adalah berkonsultasi dengan dokter anak jika batuk pada anak tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Dokter dapat memberikan diagnosis yang akurat dan rekomendasi pengobatan yang paling sesuai untuk kondisi anak, terlepas dari preferensi suhu minumannya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp