Monday, 24 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Ubi (Dioscorea alata): Potensi Atasi Gejala Menopause Masih dalam Tahap Riset

Oleh Destian August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Ubi, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Dioscorea alata, tak hanya populer di kalangan pencinta kuliner. Tanaman rambat yang berasal dari Filipina ini juga menarik perhatian para peneliti di bidang kesehatan berkat potensinya dalam mengatasi berbagai penyakit.

Baru-baru ini, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Menopause pada 17 April 2024, mengungkapkan temuan menarik mengenai kemungkinan ubi dapat membantu meredakan gejala menopause. Penelitian ini melibatkan 120 wanita pascamenopause yang dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok mengonsumsi 300 mg ekstrak ubi per hari, sementara kelompok lainnya menerima plasebo.

Hasil studi menunjukkan bahwa setelah 12 minggu, kelompok yang mengonsumsi ekstrak ubi mengalami penurunan signifikan pada beberapa gejala menopause. Dr. Ruzaidi, salah satu peneliti utama dari Universitas Kebangsaan Malaysia, menyatakan, “Kami menemukan bahwa konsumsi ubi dapat mengurangi gejala menopause, terutama hot flashes dan keringat malam.” Ia menambahkan, perubahan ini terjadi tanpa adanya efek samping yang berarti pada kesehatan para partisipan.

Meskipun demikian, para peneliti mengingatkan bahwa temuan ini masih bersifat awal dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Dr. Ruzaidi menekankan, “Ini adalah studi pendahuluan, dan kami perlu melakukan penelitian lebih besar untuk mengonfirmasi temuan ini dan memahami mekanisme kerja ubi secara lebih mendalam.” Ia juga menyarankan agar wanita yang ingin mencoba pengobatan herbal untuk gejala menopause sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan profesional medis.

Secara terpisah, Prof. Dr. Hamzah, seorang ahli nutrisi dari Universitas Malaya, memberikan pandangannya. Menurutnya, ubi memang kaya akan senyawa fitosterol dan diosgenin, yang diyakini memiliki aktivitas mirip estrogen. “Diosgenin dalam ubi dapat berinteraksi dengan reseptor estrogen dalam tubuh, sehingga berpotensi membantu menyeimbangkan kadar hormon selama menopause,” jelas Prof. Dr. Hamzah. Namun, ia juga sependapat bahwa diperlukan riset klinis yang lebih ekstensif untuk membuktikan efektivitas dan keamanan jangka panjangnya.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Menopause ini merupakan langkah awal yang menjanjikan dalam mengeksplorasi manfaat ubi untuk kesehatan wanita. Namun, masyarakat dihimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak menganggapnya sebagai obat definitif sebelum ada bukti ilmiah yang lebih kuat dan rekomendasi medis yang jelas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp