Sunday, 23 August 2026
BREAKING
Teknologi

Rumah Prototipe BRIN di NTT Teruji oleh Gempa M7,7

Oleh Achmad August 23, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah prototipe rumah tahan gempa yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini mendapat ujian nyata. Ketahanan bangunan tersebut teruji ketika gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada hari Selasa, 29 Agustus 2023.

Gempa yang berpusat di Laut Flores, NTT, ini dirasakan kuat oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Manggarai Barat. Dalam situasi genting ini, perhatian tertuju pada rumah prototipe BRIN yang telah dibangun di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana gempa bumi.

Menurut Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, gempa tersebut memberikan kesempatan berharga untuk mengevaluasi langsung kinerja rumah tahan gempa yang mereka rancang. “Kita beruntung ada kejadian gempa bumi yang sangat signifikan, sehingga kita bisa langsung melihat bagaimana prototipe rumah tahan gempa kita ini bekerja,” ujar Laksana dalam keterangan persnya.

Beliau menambahkan bahwa hasil pengujian di lapangan ini akan menjadi masukan penting untuk penyempurnaan desain dan teknologi rumah tahan gempa di masa mendatang. “Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk melakukan riset dan pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Rumah prototipe yang didirikan di Manggarai Barat ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Riset Perumahan, Permukiman, dan Permodelan Geospasial (PRPPG) BRIN dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan solusi perumahan yang aman dan andal bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa.

Ketahanan rumah prototipe ini diuji oleh guncangan gempa yang dilaporkan terjadi pada pukul 03.20 WIB. Meskipun gempa tersebut menimbulkan kekhawatiran dan getaran yang kuat, informasi awal menunjukkan bahwa prototipe rumah tahan gempa BRIN tersebut mampu bertahan tanpa mengalami kerusakan struktural yang berarti. Pengujian lapangan ini memberikan data empiris yang sangat berharga untuk pengembangan teknologi bangunan yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana alam.

Bagikan: Facebook X WhatsApp