Friday, 21 August 2026
BREAKING
Berita

Airlangga Ungkap Kriteria Kendaraan yang Akan Dibatasi Pertalite, Ini Bocorannya

Oleh Ishak August 21, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sinyal kuat mengenai skema pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Menurutnya, penentuan kendaraan mana yang akan dibatasi nantinya akan didasarkan pada jenis kendaraan itu sendiri, bukan hanya kapasitas mesin.

Pernyataan ini disampaikan Airlangga di tengah upaya pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan subsidi BBM, khususnya Pertalite yang dinilai masih banyak dinikmati oleh kalangan yang mampu. Kebijakan pembatasan ini diharapkan dapat mengarahkan subsidi agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebelumnya, pemerintah telah beberapa kali mengisyaratkan adanya rencana pembatasan atau pengalihan jenis BBM bersubsidi. Namun, detail mengenai mekanisme dan kriteria pembatasan tersebut masih menjadi perbincangan. Bocoran dari Airlangga ini memberikan gambaran awal mengenai arah kebijakan yang akan diambil.

Menurut Airlangga, faktor jenis kendaraan akan menjadi pertimbangan utama. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak hanya besaran kapasitas mesin yang akan menjadi patokan, melainkan juga segmentasi kendaraan yang ada di masyarakat. Contohnya, kendaraan roda empat jenis tertentu yang lebih banyak digunakan oleh kalangan menengah ke atas kemungkinan akan menjadi prioritas dalam pembatasan.

Meskipun demikian, Airlangga belum merinci secara spesifik jenis kendaraan apa saja yang akan masuk dalam kategori pembatasan. Ia hanya menyebutkan bahwa hal tersebut masih dalam tahap kajian dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero).

Tujuan utama dari pembatasan ini adalah untuk mengendalikan volume konsumsi Pertalite yang terus meningkat setiap tahunnya. Dengan adanya pembatasan, diharapkan anggaran subsidi BBM dapat lebih efisien dan dialihkan untuk program-program yang lebih berdampak pada kesejahteraan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur atau bantuan sosial.

Rencana pembatasan ini juga sejalan dengan upaya transisi energi yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Dengan mengurangi ketergantungan pada BBM fosil, diharapkan emisi karbon dapat ditekan dan kualitas lingkungan menjadi lebih baik. Namun, implementasi kebijakan ini tentu perlu diimbangi dengan edukasi dan sosialisasi yang memadai kepada masyarakat.

Masyarakat pun menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai detail penerapan kebijakan ini. Harapannya, pembatasan tersebut dapat dilaksanakan secara adil dan tidak memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah yang memang masih sangat bergantung pada BBM bersubsidi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp