Thursday, 20 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Kabut Asap Karhutla Ancaman Serius bagi Kesehatan Mata: Gejala dan Langkah Perlindungan

Oleh Destian August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap melanda sejumlah wilayah di Indonesia tidak hanya mengganggu kualitas udara, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mata. Paparan asap yang mengandung berbagai partikel berbahaya dapat memicu iritasi hingga masalah penglihatan yang lebih serius.

Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kasus Karhutla seringkali meningkat terutama pada musim kemarau. Kualitas udara yang memburuk akibat asap ini kemudian menjadi ancaman langsung bagi masyarakat, termasuk kesehatan mata mereka. Pihak Kementerian Kesehatan RI secara berkala mengingatkan masyarakat akan bahaya paparan asap ini.

Gejala umum yang muncul akibat paparan kabut asap terhadap mata meliputi rasa perih, mata merah, gatal, dan berair. Hal ini disebabkan oleh partikel-partikel halus seperti sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan ozon (O3) yang terkandung dalam asap. Partikel-partikel ini dapat mengiritasi permukaan mata, menyebabkan peradangan pada konjungtiva (selaput lendir mata).

Selain gejala ringan, paparan asap yang berkepanjangan dapat memperburuk kondisi mata bagi individu yang sudah memiliki riwayat penyakit mata sebelumnya, seperti konjungtivitis alergi atau mata kering. Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, dapat terjadi penurunan ketajaman penglihatan sementara.

Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pernah menyatakan dalam sebuah kesempatan bahwa partikel halus dalam asap dapat menempel pada kornea, menyebabkan rasa tidak nyaman dan berpotensi menimbulkan luka jika terus digosok.

Untuk melindungi mata dari dampak kabut asap, sejumlah langkah pencegahan dapat dilakukan. Penggunaan kacamata pelindung atau kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan sangat disarankan. Kacamata ini berfungsi sebagai penghalang fisik terhadap partikel asap.

Selain itu, menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area mata sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman yang mungkin menempel pada tangan akibat paparan asap. Jika mata terasa kering atau iritasi, disarankan untuk menggunakan tetes mata air bersih (saline) yang dijual bebas di apotek, bukan obat tetes mata yang mengandung obat keras tanpa resep dokter.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya memantau dan menangani Karhutla, namun kesadaran dan tindakan pencegahan dari masyarakat tetap menjadi kunci utama. Peningkatan kualitas udara dan pengurangan paparan asap diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan mata mereka.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan kualitas udara melalui situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta mengikuti imbauan dari pemerintah daerah terkait status bahaya kabut asap. Koordinasi antarlembaga terkait penanganan Karhutla dan edukasi kesehatan masyarakat akan terus menjadi fokus penting ke depannya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp