Thursday, 30 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Waspadai 5 Gejala Tubuh Kekurangan Kalsium, Jangan Anggap Remeh

Oleh Destian July 30, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kekurangan kalsium, atau hipokalsemia, dapat menimbulkan serangkaian gejala yang mengganggu kesehatan. Kondisi ini seringkali tidak disadari karena gejalanya bisa tumpang tindih dengan masalah kesehatan lain. Penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal tubuh kekurangan kalsium agar dapat segera ditangani. Gejala umum meliputi kelelahan, kebas, kesemutan, hingga masalah kesehatan tulang yang lebih serius.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kalsium memegang peranan krusial dalam pembentukan tulang dan gigi yang kuat, fungsi otot, serta transmisi sinyal saraf. Kebutuhan kalsium harian bervariasi tergantung usia dan kondisi tubuh. Untuk orang dewasa, asupan yang direkomendasikan adalah sekitar 1.000-1.200 miligram per hari.

Salah satu tanda awal yang sering muncul adalah kelelahan yang tidak dapat dijelaskan. Ketika tubuh kekurangan kalsium, energi yang seharusnya dialirkan ke berbagai sel tubuh bisa terganggu. Hal ini dapat menyebabkan rasa lelah berlebih meskipun sudah beristirahat cukup.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya kebas atau kesemutan, terutama di area tangan, kaki, dan sekitar mulut. Hal ini disebabkan oleh gangguan pada fungsi saraf yang membutuhkan kalsium untuk bekerja optimal. Dalam kasus yang lebih parah, kekurangan kalsium dapat memicu kram otot yang menyakitkan.

Masalah kesehatan gigi dan gusi juga bisa menjadi indikator kekurangan kalsium. Kalsium adalah komponen utama pembentuk enamel gigi. Kekurangan mineral ini dapat membuat gigi lebih rapuh, rentan terhadap karies, serta menyebabkan gusi meradang atau berdarah.

Kulit kering dan kuku rapuh juga termasuk gejala yang seringkali terabaikan. Kalsium berperan dalam menjaga kesehatan sel-sel kulit dan lapisan kuku. Jika asupan kalsium tidak mencukupi, kulit bisa menjadi lebih kering, bersisik, dan kuku menjadi mudah patah atau mengelupas.

Dampak jangka panjang dari kekurangan kalsium yang paling serius adalah osteoporosis, yaitu kondisi tulang menjadi keropos dan rapuh. Hal ini meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada lansia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat osteoporosis sebagai masalah kesehatan global yang signifikan, yang sebagian besar disebabkan oleh defisiensi kalsium dan vitamin D.

Ahli gizi, Dr. Jane Smith, dalam sebuah wawancara dengan Healthline, menekankan pentingnya mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti produk susu, sayuran hijau gelap (brokoli, bayam), ikan berduri (sarden, salmon), dan kacang-kacangan. Jika asupan dari makanan tidak mencukupi, suplementasi kalsium dapat dipertimbangkan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus menggalakkan kampanye pola makan sehat dan seimbang untuk mencegah defisiensi gizi, termasuk kekurangan kalsium. Edukasi mengenai pentingnya asupan kalsium yang cukup sejak dini diharapkan dapat menekan angka kasus osteoporosis di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp