Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dijadwalkan akan kembali dibuka untuk wisatawan mulai besok, Rabu (11/10/2023). Keputusan ini diambil setelah penutupan sementara akibat kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda kawasan tersebut. Pembukaan kembali ini dibarengi dengan pemberlakuan sejumlah aturan baru yang ketat guna mencegah terulangnya insiden serupa.
Penutupan TNBTS sebelumnya diberlakukan menyusul adanya insiden kebakaran yang dipicu oleh penggunaan *flare* atau suar oleh sekelompok pengunjung saat sesi foto prewedding di area Bukit Teletubbies, Gunung Bromo, pada awal September lalu. Kejadian ini menyebabkan kerusakan lahan yang cukup luas dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak ekologis serta keselamatan pengunjung.
Kepala Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, dalam keterangannya di Surabaya pada Selasa (10/10/2023) mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dan evaluasi sebelum memutuskan untuk membuka kembali akses bagi wisatawan. “Kami telah melakukan kajian dan berbagai persiapan, termasuk mitigasi risiko kebakaran,” ujar Septi, seperti dikutip dari Antara.
Aturan baru yang akan diberlakukan mencakup larangan membawa benda-benda yang berpotensi memicu kebakaran, seperti *flare*, petasan, dan alat pembakar lainnya. Selain itu, pengunjung juga akan diwajibkan mengikuti imbauan dari petugas TNBTS dan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan kelestarian alam kawasan.
Pengelola TNBTS juga akan meningkatkan pengawasan di berbagai titik rawan, termasuk area yang sebelumnya terdampak kebakaran. Patroli rutin akan dilakukan oleh petugas gabungan dari TNBTS, TNI, Polri, dan masyarakat setempat untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan kesiapan menghadapi potensi bencana.
Sebelumnya, insiden kebakaran di Bukit Teletubbies terjadi pada tanggal 6 September 2023. Api diduga berasal dari percikan *flare* yang dibawa oleh rombongan yang melakukan sesi foto prewedding. Kejadian ini dengan cepat menyebar dan membakar hamparan rumput kering di area tersebut, yang kemudian berhasil dipadamkan oleh tim gabungan setelah berjuang beberapa hari.
Pihak kepolisian telah menetapkan manajer wedding organizer yang bertanggung jawab atas insiden tersebut sebagai tersangka. Tindakan hukum ini diharapkan menjadi efek jera dan peringatan bagi seluruh pihak agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab saat mengunjungi kawasan konservasi.
Pembukaan kembali TNBTS ini diharapkan dapat memulihkan sektor pariwisata di kawasan tersebut, namun tetap mengutamakan prinsip kelestarian lingkungan dan keselamatan pengunjung. Evaluasi berkala terhadap penerapan aturan baru akan terus dilakukan oleh Balai Besar TNBTS untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan pengelolaan kawasan.
