Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Tak Selalu Malas, 7 Kebiasaan ‘Mager’ Ini Ternyata Cerminan Kecerdasan Emosional Tinggi

Oleh Destian August 19, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah studi yang diungkapkan oleh para peneliti menemukan bahwa beberapa kebiasaan yang sering dianggap sebagai tanda kemalasan atau ‘mager’ justru bisa menjadi indikator kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi pada seseorang. Kebiasaan ini meliputi kemampuan untuk menunda kesenangan, efisiensi dalam bekerja, dan kecenderungan untuk mengamati sebelum bertindak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences pada tahun 2016 lalu, mengaitkan kemampuan kognitif seperti memori kerja dan penalaran dengan tingkat kemalasan yang dilaporkan sendiri. Temuan ini menyiratkan bahwa orang yang cenderung ‘mager’ mungkin sebenarnya sedang menghemat energi mental mereka untuk tugas-tugas yang lebih penting atau membutuhkan pemikiran mendalam.

Salah satu kebiasaan yang dianggap sebagai tanda EQ tinggi adalah kemampuan untuk menunda kepuasan instan. Dilansir dari artikel yang diterbitkan Psychology Today pada Januari 2023, individu dengan EQ tinggi cenderung lebih mampu mengendalikan impuls mereka dan berfokus pada tujuan jangka panjang. Ini berarti, daripada terburu-buru menyelesaikan tugas dengan hasil yang kurang optimal demi kepuasan sesaat, mereka memilih untuk menunggu waktu yang tepat atau merencanakan dengan lebih matang.

Selain itu, efisiensi juga menjadi ciri khas orang dengan EQ tinggi yang mungkin terlihat ‘mager’. Menurut seorang psikolog klinis, Dr. John Gottman, yang karyanya banyak dikutip dalam literatur psikologi, orang yang cerdas secara emosional sering kali pandai dalam mengidentifikasi jalan terpendek dan paling efektif untuk mencapai suatu tujuan. Ini bisa berarti mereka memilih untuk tidak melakukan tugas-tugas yang dianggap tidak perlu atau berulang, demi mengalokasikan energi pada hal yang lebih produktif.

Kemampuan untuk mengamati dan mendengarkan sebelum memberikan respons juga sering disalahartikan sebagai sikap pasif atau malas. Namun, dalam konteks EQ, ini adalah tanda pemikiran yang mendalam. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah artikel di Forbes pada Agustus 2022, mendengarkan secara aktif dan mengobservasi situasi secara menyeluruh memungkinkan individu untuk merespons dengan lebih tepat dan bijaksana, daripada bereaksi impulsif.

Kecenderungan untuk sedikit menunda pekerjaan atau ‘mager’ juga bisa menjadi cara bagi individu EQ tinggi untuk memberikan ruang bagi kreativitas. Jeda singkat atau periode refleksi dapat membantu memunculkan ide-ide baru dan solusi inovatif. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa periode istirahat singkat dapat meningkatkan kinerja kognitif dan kreativitas.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua kemalasan adalah tanda EQ tinggi. Namun, jika kebiasaan ‘mager’ tersebut disertai dengan kemampuan untuk mengelola emosi, menjalin hubungan yang baik, dan membuat keputusan yang bijaksana, maka bisa jadi itu adalah manifestasi dari kecerdasan emosional yang kuat.

Para ahli menyarankan untuk terus memantau bagaimana kebiasaan ‘mager’ ini memengaruhi produktivitas secara keseluruhan dan kesejahteraan pribadi. Evaluasi berkala terhadap dampak dari ‘kebiasaan malas’ ini dapat membantu individu memahami apakah itu merupakan strategi efisiensi atau justru hambatan yang perlu diatasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp