Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
Berita

DP 0% Motor Listrik Masih Terkendala, APPI Ungkap Deretan Tantangan Lapangan

Oleh Ishak August 18, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Program uang muka nol persen (DP 0%) untuk pembelian motor listrik yang digadang-gadang sebagai insentif percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan ini ternyata masih menghadapi berbagai tantangan signifikan di lapangan. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) membongkar beberapa kendala yang dihadapi para perusahaan pembiayaan dalam mengimplementasikan skema DP 0% ini, terutama terkait dengan penilaian risiko dan kesiapan infrastruktur.

Pemerintah memang terus mendorong penggunaan motor listrik melalui berbagai kebijakan, termasuk insentif fiskal dan subsidi. Salah satu upaya yang diwacanakan adalah penerapan skema DP 0% untuk mempermudah masyarakat memiliki motor listrik. Namun, gagasan ini tampaknya belum sepenuhnya mulus diterapkan oleh perusahaan pembiayaan.

Ketua APPI, Suwandi Wiranto, dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa tantangan utama terletak pada bagaimana perusahaan pembiayaan dapat mengelola risiko kredit ketika tidak ada uang muka sebagai jaminan awal. “Kalau DP 0%, artinya konsumen itu tidak ada skin in the game di awal. Ini yang jadi tantangan buat kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suwandi menjelaskan bahwa tanpa DP, potensi kredit macet menjadi lebih tinggi. Perusahaan pembiayaan harus melakukan analisis risiko yang jauh lebih ketat terhadap calon konsumen. Hal ini mencakup pemeriksaan riwayat kredit, kemampuan bayar, dan faktor-faktor lain yang dapat memprediksi kelancaran pembayaran cicilan.

Selain itu, infrastruktur pendukung motor listrik, seperti ketersediaan stasiun pengisian daya (SPK) dan kemudahan penggantian baterai, juga menjadi pertimbangan. Jika infrastruktur belum memadai, masyarakat mungkin enggan beralih ke motor listrik meskipun DP-nya nol. Hal ini berimplikasi pada tingkat permintaan dan potensi keberhasilan program pembiayaan.

Kesiapan jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang juga menjadi faktor penting. Perusahaan pembiayaan perlu memastikan bahwa konsumen tidak akan kesulitan dalam perawatan motor listrik mereka. Jaringan yang kuat dan ketersediaan suku cadang yang memadai akan mengurangi kekhawatiran konsumen dan berpotensi menurunkan risiko kredit.

Tantangan lain yang dihadapi adalah model bisnis perusahaan pembiayaan yang umumnya masih mengandalkan bunga kredit. Dengan adanya program DP 0%, margin keuntungan bisa terpengaruh, sehingga perlu ada penyesuaian strategi bisnis agar program ini tetap menguntungkan bagi semua pihak.

APPI berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih lanjut, baik dalam bentuk regulasi yang jelas maupun insentif tambahan bagi perusahaan pembiayaan. Kolaborasi antara pemerintah, produsen motor listrik, dan perusahaan pembiayaan sangat krusial untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada dan memastikan program DP 0% motor listrik dapat berjalan efektif serta mencapai tujuannya.

Meskipun demikian, upaya untuk mewujudkan DP 0% motor listrik terus dilakukan. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada bagaimana semua pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi elektrifikasi transportasi di Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp