Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Hindari 10 Kebiasaan Ini, Orang Tua Berisiko Membuat Anak Tumbuh Minder dan Kurang Percaya Diri

Oleh Destian August 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Perilaku orang tua di rumah memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan psikologis anak. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dilakukan orang tua justru dapat menumbuhkan rasa minder dan menurunkan kepercayaan diri anak sejak dini. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam bersosialisasi, belajar, hingga mengambil keputusan di masa depan.

Psikolog anak, Dr. Anna Surti Ariani, M.Psi., dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya pola asuh yang positif. Menurutnya, lingkungan keluarga yang mendukung dan penuh penerimaan adalah kunci utama pembentukan karakter anak yang kuat. Sebaliknya, kritik berlebihan atau perbandingan dengan anak lain dapat menimbulkan luka emosional yang mendalam.

Salah satu kebiasaan yang kerap ditemui adalah membanding-bandingkan anak dengan saudara kandung atau teman sebaya. Misalnya, mengatakan, “Kenapa kamu tidak sepintar kakakmu?” atau “Lihat temanmu, dia sudah bisa melakukan ini.” Menurut konsultan pendidikan anak, Elly Risman, kebiasaan ini dapat membuat anak merasa tidak berharga dan terus-menerus merasa kurang.

Orang tua yang cenderung terlalu mengontrol dan tidak memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi juga berisiko. Ketika semua keputusan diambilkan oleh orang tua, anak kehilangan kesempatan untuk belajar memecahkan masalah sendiri dan merasa tidak mampu. Ini bisa berujung pada anak yang ragu-ragu dalam bertindak dan takut mengambil risiko.

Pola asuh yang terlalu keras dan penuh hukuman juga menjadi sorotan. Hukuman fisik atau verbal yang berlebihan dapat membuat anak merasa takut, cemas, dan enggan mencoba hal baru karena takut salah. Dampaknya, anak bisa menjadi pribadi yang pasif dan mudah menyerah.

Kebiasaan mengabaikan perasaan anak juga menjadi faktor penting. Ketika anak mengungkapkan kesedihan, kekecewaan, atau ketakutan, namun respons orang tua justru meremehkan seperti, “Ah, gitu saja nangis!” atau “Jangan cengeng!”, anak akan belajar bahwa perasaannya tidak penting. Ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk mengelola emosi.

Selain itu, orang tua yang terlalu sering mengkritik kekurangan anak tanpa memberikan apresiasi pada kelebihannya juga dapat merusak rasa percaya diri. Fokus pada kesalahan semata membuat anak merasa tidak pernah cukup baik. Sebaliknya, pujian tulus atas usaha sekecil apapun dapat membangun motivasi.

Beberapa kebiasaan lain yang perlu dihindari antara lain adalah tidak memberikan kesempatan anak untuk mandiri, terlalu melindungi sehingga anak tidak belajar menghadapi kesulitan, serta menggunakan ancaman atau janji palsu yang dapat merusak kepercayaan anak pada orang tua.

Para ahli psikologi anak dari berbagai institusi seperti Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) menyarankan agar orang tua lebih peka terhadap respons anak terhadap perkataan dan tindakan mereka. Membangun komunikasi terbuka dan memberikan dukungan emosional yang konsisten adalah fondasi penting untuk tumbuh kembang anak yang sehat mental dan penuh percaya diri.

Langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orang tua dapat secara sadar mengidentifikasi dan mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut. Organisasi profesi psikologi anak diagendakan akan menggelar webinar edukasi bagi orang tua mengenai pola asuh positif pada akhir kuartal ketiga tahun ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp