Thursday, 30 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Studi Terbaru Ungkap Dampak Cuaca Panas Ekstrem pada Kualitas Tidur Malam

Oleh Destian July 30, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa suhu udara yang meningkat akibat cuaca panas ekstrem secara signifikan mengurangi durasi dan kualitas tidur malam manusia. Temuan ini menggarisbawahi kerentanan tidur terhadap perubahan iklim dan berpotensi menimbulkan implikasi luas bagi kesehatan masyarakat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada Juli 2023 ini menganalisis data tidur dari lebih dari 47.000 partisipan di 68 negara selama periode 2015-2022. Para peneliti dari Universitas Copenhagen dan Universitas Aarhus menemukan korelasi kuat antara suhu lingkungan yang lebih tinggi dengan penurunan waktu tidur rata-rata.

Secara spesifik, studi tersebut mencatat bahwa untuk setiap kenaikan 1 derajat Celsius di atas suhu optimal tidur, durasi tidur malam partisipan berkurang rata-rata 2,2 menit. Meskipun angka ini terkesan kecil per malam, akumulasinya selama periode cuaca panas yang berkepanjangan dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan.

“Kenaikan suhu global yang terus berlanjut akibat perubahan iklim dapat mengancam kesehatan manusia, dan salah satu mekanisme yang belum banyak dipahami adalah dampaknya terhadap tidur,” ujar Dr. Brenda Scheer, salah satu penulis studi dari Universitas Copenhagen, seperti dikutip oleh media internasional.

Selain mengurangi durasi tidur, suhu panas juga dikaitkan dengan penurunan efisiensi tidur. Partisipan cenderung mengalami kesulitan untuk tertidur, sering terbangun di malam hari, dan merasa kurang segar saat bangun. Kondisi ini dapat memperburuk masalah kesehatan yang sudah ada atau meningkatkan risiko timbulnya penyakit baru, termasuk masalah kardiovaskular dan gangguan metabolisme.

Para peneliti menekankan bahwa dampak cuaca panas terhadap tidur lebih terasa pada populasi yang lebih tua dan di negara-negara dengan infrastruktur pendingin udara yang terbatas. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim, di mana kelompok rentan paling terpapar risiko.

Sebagai respons terhadap temuan ini, para ahli menyarankan langkah-langkah mitigasi yang perlu dipertimbangkan, baik di tingkat individu maupun kebijakan publik. Upaya untuk menciptakan lingkungan tidur yang lebih sejuk, seperti penggunaan kipas angin, tirai penahan panas, dan ventilasi yang baik, dapat membantu mengurangi dampak negatif suhu tinggi.

Secara kebijakan, studi ini menjadi pengingat akan urgensi penanganan perubahan iklim. Pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengembangan strategi adaptasi yang lebih efektif menjadi krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman iklim yang semakin nyata, termasuk gangguan tidur yang meluas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp