Thursday, 30 July 2026
BREAKING
Kesehatan

BMKG: Fenomena Suhu Dingin Meluas, Tak Hanya di Jawa

Oleh Destian July 30, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Fenomena suhu dingin yang belakangan ini dirasakan oleh masyarakat Indonesia ternyata tidak terbatas hanya pada wilayah Pulau Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengkonfirmasi bahwa beberapa daerah lain di luar Jawa juga mengalami kondisi serupa.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, pada Rabu (19/6/2024). Menurutnya, cuaca dingin yang terjadi saat ini merupakan bagian dari siklus tahunan yang disebabkan oleh pergerakan semu matahari. Fenomena ini dikenal sebagai bediding, di mana suhu udara di permukaan bumi mengalami penurunan.

Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena bediding ini terjadi karena matahari berada di belahan bumi utara. Hal ini berdampak pada peningkatan massa udara dingin dari benua Asia dan lautan Pasifik yang bergerak menuju Indonesia. Akibatnya, suhu udara di Indonesia dapat terasa lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hari dan dini hari.

Lebih lanjut, Dwikorita mengutip data dan analisis dari BMKG yang menunjukkan bahwa suhu udara minimum rata-rata di beberapa wilayah Indonesia telah mencapai angka terendah dalam kurun waktu tertentu. Sebagai contoh, di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, suhu udara tercatat mencapai 7 derajat Celsius pada dini hari kemarin. Angka ini merupakan yang terendah sejak tahun 2007.

BMKG juga mencatat suhu dingin di wilayah lain, seperti di Surabaya, Jawa Timur, yang mencapai 18 derajat Celsius. Di Pontianak, Kalimantan Barat, suhu udara dilaporkan mencapai 20 derajat Celsius. Tak hanya itu, di beberapa wilayah lain seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua, suhu dingin juga dilaporkan terjadi.

Dwikorita menekankan bahwa fenomena bediding ini adalah hal yang normal dan bersifat musiman. Ia menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjaga kesehatan. “Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak panik, karena fenomena ini merupakan bagian dari siklus alamiah yang terjadi setiap tahun,” ujarnya.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi terkini kepada masyarakat jika ada perubahan signifikan. Masyarakat dapat mengakses informasi prakiraan cuaca melalui situs web resmi BMKG atau aplikasi mobile BMKG.

Bagikan: Facebook X WhatsApp