Thursday, 30 July 2026
BREAKING
Kesehatan

Studi Ungkap Fakta: MSG Tidak Pengaruhi Kecerdasan Anak

Oleh Destian July 30, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Mitos yang beredar luas bahwa konsumsi Monosodium Glutamat (MSG) atau micin dapat menyebabkan kebodohan, terutama pada anak-anak, terbantahkan oleh penelitian ilmiah. Berdasarkan temuan terbaru, tidak ada bukti ilmiah yang secara meyakinkan menghubungkan konsumsi MSG dengan penurunan tingkat kecerdasan.

Faktanya, MSG telah lama digunakan sebagai penyedap rasa dalam berbagai hidangan di seluruh dunia. Namun, kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan, khususnya fungsi kognitif, terus menghantui sebagian masyarakat. Kekhawatiran ini seringkali berujung pada larangan penggunaan micin di lingkungan rumah tangga maupun dalam produk makanan olahan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2023 memberikan pencerahan lebih lanjut mengenai isu ini. Studi tersebut melibatkan partisipan anak-anak dan menganalisis pola konsumsi MSG mereka serta mengukur tingkat kecerdasan mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi MSG, bahkan dalam jumlah yang cukup tinggi, tidak menunjukkan korelasi negatif dengan skor kecerdasan anak.

Prof. Dr. Ir. Umar Santosa, M.Sc., salah satu peneliti dalam studi tersebut, menegaskan bahwa temuan ini penting untuk meluruskan kesalahpahaman publik. “Kami tidak menemukan adanya efek negatif konsumsi MSG terhadap kecerdasan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Prof. Umar Santosa pada konferensi pers yang digelar pada 10 November 2023.

Penelitian ini juga mengacu pada berbagai studi terdahulu yang telah dilakukan di tingkat internasional. Organisasi kesehatan dunia seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO), melalui Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA), telah mengevaluasi keamanan MSG dan menetapkan bahwa MSG aman dikonsumsi pada tingkat penggunaan normal. JECFA bahkan telah menetapkan Acceptable Daily Intake (ADI) ‘not specified’ untuk MSG, yang berarti zat ini dianggap aman dikonsumsi dalam jumlah berapapun tanpa perlu menetapkan batas harian.

Meskipun demikian, para ahli mengingatkan agar konsumsi MSG tetap dalam batas kewajaran. Penting untuk diingat bahwa keseimbangan gizi secara keseluruhan tetap menjadi faktor terpenting dalam perkembangan kecerdasan anak. Variasi makanan kaya nutrisi, stimulasi yang tepat, dan lingkungan yang mendukung tetap menjadi kunci utama.

Dengan demikian, masyarakat dihimbau untuk tidak lagi khawatir secara berlebihan mengenai konsumsi micin yang dapat menyebabkan kebodohan. Fakta ilmiah yang ada menunjukkan bahwa kekhawatiran tersebut tidak berdasar, dan fokus sebaiknya dialihkan pada pemenuhan kebutuhan gizi seimbang bagi anak-anak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp