Friday, 14 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Dampak Mengerikan Duduk Terlalu Lama bagi Otak dan Tubuh

Oleh Destian August 14, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Duduk dalam jangka waktu yang lama terbukti membawa dampak negatif signifikan tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga fungsi kognitif dan emosional otak. Kurangnya aktivitas fisik yang seringkali menyertai kebiasaan duduk berjam-jam dapat memicu serangkaian masalah kesehatan yang serius.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine pada 2015 mengungkapkan bahwa individu yang menghabiskan lebih dari 7 jam sehari untuk duduk memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan mereka yang duduk kurang dari 4 jam. Studi ini juga mengaitkan duduk terlalu lama dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

Lebih jauh lagi, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neuroscience pada tahun 2018 menyoroti bagaimana gaya hidup sedentari dapat memengaruhi otak. Ditemukan bahwa kurangnya gerakan dapat menurunkan volume hippocampus, area otak yang krusial untuk pembelajaran dan memori. Hal ini berpotensi menyebabkan penurunan kemampuan kognitif seiring waktu.

Dr. John Ratey, seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School dan penulis buku Spark: The Revolutionary New Science of Exercise and the Brain, menekankan pentingnya gerakan untuk kesehatan otak. Beliau menyatakan, “Olahraga adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan fungsi otak dan mencegah penyakit neurodegeneratif.” Pernyataannya ini menggarisbawahi keterkaitan erat antara aktivitas fisik dan kesehatan mental.

Selain dampak fisik dan kognitif, duduk terlalu lama juga dapat memengaruhi kondisi emosional. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology pada 2017 menemukan korelasi antara waktu duduk yang lama dengan peningkatan tingkat kecemasan dan depresi. Para peneliti berteori bahwa kurangnya pelepasan endorfin akibat minimnya aktivitas fisik dapat berkontribusi pada perubahan suasana hati.

Untuk mengatasi risiko ini, para ahli merekomendasikan untuk mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas fisik harian. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti berdiri dan bergerak setiap 30 menit, berjalan kaki saat istirahat, atau melakukan olahraga ringan secara teratur. Mengintegrasikan lebih banyak gerakan ke dalam rutinitas harian adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh dan otak secara keseluruhan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp