Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Menyambut Rebo Wekasan: Doa Tolak Bala Menjadi Amalan Penting Umat Muslim

Oleh Destian August 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Rebo Wekasan, hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah, kerap dianggap sebagai momen yang perlu diwaspadai sebagian umat Muslim karena dipercaya membawa bala atau musibah. Menanggapi tradisi ini, berbagai kalangan ulama dan lembaga keagamaan menganjurkan pembacaan doa tolak bala sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dari Allah SWT.

Tradisi Rebo Wekasan bukanlah ajaran pokok dalam Islam, melainkan merupakan hasil interpretasi dan kebiasaan yang berkembang di masyarakat. Banyak ulama menekankan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, dan doa adalah senjata utama seorang Muslim untuk memohon pertolongan dan perlindungan-Nya dari segala bentuk keburukan.

Menurut penjelasan dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU Online), doa tolak bala yang umum dibaca pada momen ini mencakup ayat-ayat Al-Qur’an dan dzikir yang memohon perlindungan dari Allah. Salah satu doa yang sering diajarkan adalah bacaan surah Al-Fatihah, ayat Kursi, surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Selain itu, ada pula doa khusus yang memohon agar dijauhkan dari segala macam marabahaya.

KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, seorang ulama terkemuka, pernah menjelaskan dalam salah satu kajiannya yang banyak beredar di platform digital, bahwa tidak ada larangan bagi umat Muslim untuk berdoa memohon keselamatan, termasuk pada waktu-waktu tertentu yang dianggap istimewa atau rawan. Kuncinya adalah niat yang tulus dan keyakinan penuh kepada Allah.

Meskipun tidak ada dalil eksplisit yang menyebutkan kewajiban membaca doa pada Rebo Wekasan, para ulama sepakat bahwa memperbanyak ibadah dan memohon perlindungan kepada Allah adalah amalan yang senantiasa dianjurkan. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang mengajarkan umatnya untuk selalu berikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi segala cobaan.

Penting untuk dicatat bahwa fokus utama dalam menghadapi Rebo Wekasan adalah meningkatkan kualitas ibadah, mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan dzikir, serta menjaga ketakwaan. Keyakinan bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung menjadi landasan utama dalam mengamalkan doa-doa tersebut.

Lembaga-lembaga keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga kerap mengingatkan umat untuk tidak terjebak pada tahayul atau keyakinan yang menyimpang dari ajaran Islam murni. Anjuran untuk membaca doa tolak bala lebih ditekankan sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan penyerahan diri kepada Allah, bukan sebagai mantra penolak bala yang bersifat magis.

Menjelang Rebo Wekasan tahun ini, para tokoh agama dan masyarakat mengharapkan umat Muslim dapat menjadikan momen ini sebagai sarana untuk introspeksi diri, memperbanyak amal kebaikan, dan senantiasa memohon perlindungan serta rahmat dari Allah SWT agar terhindar dari segala macam musibah dan marabahaya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp