Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Studi Ungkap: Tidur 80 Menit Lebih Pendek Bisa Picu Kenaikan Berat Badan

Oleh Destian August 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengurangan durasi tidur hanya sekitar 80 menit dapat berdampak signifikan pada peningkatan berat badan. Temuan ini menyoroti betapa krusialnya kualitas dan kuantitas tidur bagi kesehatan metabolisme tubuh, bahkan dengan defisit tidur yang terbilang minimal.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkemuka, Sleep, melibatkan sejumlah partisipan yang dipantau secara ketat selama beberapa malam. Para peneliti membandingkan efek dari durasi tidur normal dengan durasi tidur yang dikurangi secara terkontrol.

Hasilnya mengejutkan: partisipan yang tidurnya berkurang rata-rata 80 menit menunjukkan peningkatan asupan kalori dan perubahan pada hormon yang mengatur nafsu makan. Hal ini secara kolektif berkontribusi pada kecenderungan penambahan berat badan.

Dr. Esra Tasali, seorang peneliti dari University of Chicago dan penulis senior studi tersebut, dalam keterangannya kepada CNN Indonesia, menjelaskan bahwa pengurangan tidur ini tidak hanya memengaruhi pilihan makanan menjadi lebih tinggi kalori, tetapi juga dapat mengubah metabolisme tubuh.

Lebih lanjut, penelitian ini mengindikasikan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan rendah nutrisi. Perubahan ini diduga berkaitan dengan aktivasi area otak yang terkait dengan penghargaan dan motivasi saat seseorang kurang tidur.

Temuan ini penting mengingat prevalensi kurang tidur yang tinggi di masyarakat modern. Banyak orang secara rutin tidak mendapatkan durasi tidur yang direkomendasikan, yaitu sekitar 7-9 jam per malam untuk orang dewasa.

Para ahli tidur merekomendasikan untuk menjadikan tidur sebagai prioritas utama demi menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk berat badan yang ideal. Upaya untuk memperbaiki kebiasaan tidur, seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten dan menciptakan lingkungan tidur yang kondusif, menjadi langkah penting yang perlu dipertimbangkan.

Penelitian lanjutan mungkin akan mengeksplorasi mekanisme spesifik yang menghubungkan kurang tidur dengan perubahan metabolisme dan pilihan makanan, serta potensi intervensi untuk mengatasi masalah ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp