Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) secara resmi menetapkan situs arkeologi Sebastia di Palestina sebagai Situs Warisan Dunia. Keputusan ini diumumkan dalam Sidang Komite Warisan Dunia ke-45 yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, pada 23 September 2023. Penetapan ini merupakan pengakuan internasional atas nilai universal luar biasa dari situs bersejarah tersebut, yang terletak di wilayah Tepi Barat.
Keputusan UNESCO ini disambut baik oleh otoritas Palestina. Menteri Pariwisata dan Purbakala Palestina, Rula Maayah, menyatakan kegembiraannya atas pengakuan tersebut. Ia menekankan bahwa Sebastia memiliki signifikansi sejarah dan budaya yang mendalam, mencerminkan perpaduan berbagai peradaban yang pernah berkembang di wilayah tersebut.
Situs Sebastia, yang terletak di dekat kota Nablus, dikenal memiliki lapisan sejarah yang kaya, meliputi periode Hellenistik, Romawi, Bizantium, hingga Islam. Di lokasi ini terdapat reruntuhan bangunan penting seperti teater Romawi, forum, kuil, dan gereja. Keberadaannya menjadi bukti penting perkembangan kota kuno yang pernah menjadi ibu kota Kerajaan Israel Utara pada abad ke-9 SM.
Proses pengajuan Sebastia sebagai Situs Warisan Dunia telah melalui kajian mendalam oleh para ahli. UNESCO mengevaluasi nilai-nilai universal luar biasa dari situs tersebut, termasuk keasliannya, integritasnya, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya. Penetapan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pelestarian warisan budaya Palestina.
Pihak Palestina berjanji akan terus berupaya menjaga dan melestarikan situs Sebastia agar tetap terjaga kelestariannya bagi generasi mendatang. Pengakuan sebagai Situs Warisan Dunia juga diharapkan dapat mendorong pariwisata berkelanjutan ke wilayah tersebut, yang pada gilirannya akan memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.
CNN Indonesia melaporkan bahwa keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Palestina. Penetapan Sebastia sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat konteks politik yang melingkupinya. Pihak Palestina melihat ini sebagai sebuah kemajuan penting dalam upaya pengakuan identitas dan warisan budaya mereka di kancah internasional.
Sidang Komite Warisan Dunia ke-45 di Riyadh sendiri dijadwalkan berlangsung dari 10 hingga 25 September 2023. Dalam sidang ini, berbagai situs dari seluruh dunia diajukan untuk mendapatkan status bergengsi tersebut, termasuk Sebastia dari Palestina.
Langkah selanjutnya yang perlu dipantau adalah bagaimana implementasi rekomendasi UNESCO dalam pengelolaan dan perlindungan situs Sebastia. Otoritas Palestina diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan UNESCO untuk memastikan standar pelestarian yang tinggi terpenuhi.
