Monday, 10 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Ratusan Sekolah Swasta Elite Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Tegaskan Tak Akan Paksa

Oleh Destian August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Ratusan sekolah swasta yang dinilai memiliki reputasi tinggi secara terang-terangan menyatakan tidak membutuhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memaksakan program ini kepada sekolah-sekolah tersebut. Fokus utama BGN adalah memastikan program ini tersalurkan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.

Keputusan untuk tidak menyertakan sekolah-sekolah swasta elite ini didasarkan pada hasil dialog dan komunikasi yang telah dilakukan BGN. Juru Bicara BGN, Dr. Budi Santoso, menyatakan, “Kami menghormati keputusan sekolah-sekolah tersebut. Kami memahami bahwa setiap sekolah memiliki kebijakan dan kebutuhan yang berbeda.” Ia menambahkan, “Prioritas kami adalah memastikan program ini memberikan dampak maksimal bagi anak-anak yang paling rentan dan membutuhkan dukungan gizi.”.

Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak usia sekolah melalui penyediaan makanan bergizi. Target utama program ini adalah sekolah-sekolah yang berada di daerah dengan tingkat kerawanan pangan dan gizi yang tinggi, serta sekolah yang siswanya berasal dari keluarga prasejahtera. Melalui program ini, diharapkan dapat terjadi peningkatan kualitas kesehatan dan kemampuan belajar siswa.

Lebih lanjut, Dr. Santoso menjelaskan bahwa BGN akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG. “Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan di berbagai daerah untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran,” ujarnya. BGN juga membuka ruang dialog bagi sekolah-sekolah lain yang mungkin memiliki pertanyaan atau kekhawatiran terkait program ini.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa mayoritas sekolah yang menolak program ini adalah sekolah swasta dengan standar penerimaan siswa yang tinggi dan fasilitas yang memadai. Namun, BGN menekankan bahwa penolakan ini tidak akan mengurangi komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan gizi yang baik bagi seluruh anak Indonesia. “Kami percaya bahwa dengan pendekatan yang fleksibel dan dialog yang terbuka, kita dapat mencapai tujuan bersama untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” tutup Dr. Santoso.

Bagikan: Facebook X WhatsApp