Sunday, 9 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Krim Merkuri Penggelap Kulit: Kisah Pemulihan Seorang Wanita yang Viral

Oleh Destian August 9, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kisah seorang wanita yang kulitnya mengalami perubahan warna drastis akibat penggunaan krim bermerkuri kini menjadi sorotan publik. Setelah sempat mengalami penggelapan kulit yang signifikan, kondisinya dilaporkan berangsur pulih, memicu rasa penasaran mengenai kronologi kejadian tersebut.

Peristiwa yang beredar luas di media sosial ini bermula dari penggunaan sebuah produk perawatan kulit yang ternyata mengandung merkuri. Penggunaan jangka panjang produk ilegal tersebut perlahan namun pasti menimbulkan efek samping yang merusak, menyebabkan kulit wajahnya menjadi lebih gelap dari warna aslinya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam memilih produk kosmetik. Merkuri, sebagai bahan berbahaya yang dilarang dalam produk perawatan kulit, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk perubahan warna kulit yang permanen jika tidak segera ditangani. Dokter spesialis kulit, dr. Dian Amalia, Sp.KK, menegaskan, “Penggunaan merkuri pada kosmetik dapat menyebabkan kerusakan kulit yang parah, seperti hiperpigmentasi atau bahkan penggelapan permanen.” dr. Dian menambahkan, “Selain itu, merkuri juga sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan karena dapat diserap melalui kulit dan masuk ke dalam aliran darah.”

Beruntung, setelah menyadari dampak negatif dari krim tersebut, wanita ini segera menghentikan penggunaannya dan mencari penanganan medis. Proses pemulihan dilaporkan memakan waktu dan membutuhkan perawatan intensif. Meskipun detail pasti mengenai jenis krim dan durasi penggunaan belum sepenuhnya terungkap, kisah ini berhasil menarik perhatian banyak pihak, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang terus berupaya memberantas peredaran produk kosmetik ilegal.

Seorang juru bicara BPOM menyatakan, “Kami terus melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memastikan produk yang digunakan telah terdaftar di BPOM.” Berdasarkan data BPOM per Januari 2023, tercatat ada 17 item kosmetik ilegal yang mengandung merkuri dan berhasil ditarik dari peredaran. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya masalah peredaran kosmetik berbahaya di Indonesia.

Kisah pemulihan wanita ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas agar lebih teliti dalam memilih produk perawatan kulit dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming hasil instan yang justru berisiko tinggi terhadap kesehatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp