Pengalaman yang sering dianggap sebagai penampakan hantu atau fenomena mistis, seperti melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata, ternyata memiliki penjelasan ilmiah. Para ahli neurologi dan psikiatri mengungkapkan bahwa fenomena ini lebih mungkin disebabkan oleh gangguan pada fungsi otak, bukan intervensi supranatural.
Dr. Amar Ramadhan, seorang psikiater, menjelaskan bahwa halusinasi, baik visual maupun auditori, dapat terjadi ketika otak salah menginterpretasikan sinyal sensorik. “Otak kita memproses informasi dari indra, namun terkadang ada kesalahan dalam pemrosesan tersebut, sehingga kita melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada,” ujar Dr. Amar dalam sebuah diskusi daring pada Selasa (19/3/2024).
Halusinasi visual, yaitu melihat objek, orang, atau pola yang tidak ada, bisa dipicu oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kondisi medis seperti migrain, epilepsi, atau bahkan efek samping dari obat-obatan tertentu. Gangguan tidur yang parah juga dapat menyebabkan terjadinya halusinasi visual.
Sementara itu, halusinasi auditori, atau mendengar suara yang tidak nyata, seringkali dikaitkan dengan kondisi kejiwaan. Skizofrenia adalah salah satu penyakit yang paling umum menyebabkan halusinasi auditori, di mana penderitanya bisa mendengar suara yang memerintah, mengomentari, atau bahkan berbicara dengan mereka.
Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua halusinasi menandakan penyakit kejiwaan serius. “Bisa juga terkait dengan kelelahan ekstrem, stres berat, atau bahkan efek samping dari penggunaan zat tertentu,” tambah Dr. Amar. Ia menekankan pentingnya konsultasi dengan profesional medis jika seseorang sering mengalami pengalaman tersebut untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Selain faktor medis dan kejiwaan, gangguan pada sistem saraf seperti Parkinson atau demensia juga bisa memicu terjadinya halusinasi. Perubahan kimiawi di otak atau kerusakan pada area tertentu dapat mengganggu cara otak memproses realitas.
Oleh karena itu, alih-alih langsung mengaitkan pengalaman melihat atau mendengar hal-hal tak kasat mata dengan dunia mistis, para ahli menyarankan untuk mencari penjelasan medis terlebih dahulu. Pemeriksaan neurologis dan psikiatris dapat membantu mengidentifikasi apakah ada gangguan pada otak yang mendasari fenomena tersebut. Penanganan yang tepat, baik itu terapi, pengobatan, atau perubahan gaya hidup, dapat membantu mengurangi atau menghilangkan gejala halusinasi.
