Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Lindungi Kulit Bayi, Dokter Tekankan Pentingnya Perkuat Skin Barrier dari Dini

Oleh Destian July 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kulit bayi yang dikenal sensitif dan rentan terhadap iritasi memerlukan perhatian khusus, terutama dalam menjaga fungsi skin barrier atau lapisan pelindung kulit. Para ahli dermatologi menekankan bahwa penguatan skin barrier sejak dini sangat krusial untuk mencegah berbagai masalah kulit yang umum dialami bayi, seperti ruam popok, eksim, dan dermatitis atopik.

Menurut dr. Arini Astasari, Sp.KK, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, skin barrier pada bayi belum sepenuhnya berkembang sempurna. Hal ini membuat kulit mereka lebih tipis, lebih mudah kehilangan kelembapan, dan lebih rentan terhadap paparan zat iritan dari lingkungan luar. “Kulit bayi itu ibaratnya seperti rumah yang baru dibangun, fondasinya belum kokoh. Jadi, perlu perawatan ekstra untuk memperkuat pertahanannya,” ujar dr. Arini dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh salah satu asosiasi dokter kulit pada awal Juli 2024.

Peran skin barrier sangat vital dalam melindungi tubuh dari bakteri, virus, jamur, serta mencegah kehilangan air transepidermal (TEWL) yang dapat menyebabkan kulit kering dan dehidrasi. Ketika skin barrier terganggu, kulit menjadi lebih permeabel, membuka celah bagi alergen dan patogen untuk masuk, sekaligus sulit mempertahankan hidrasi yang dibutuhkan.

Para dokter menyarankan beberapa langkah praktis untuk membantu memperkuat skin barrier pada bayi. Salah satunya adalah dengan memilih produk perawatan kulit yang tepat. Produk yang direkomendasikan umumnya memiliki kandungan yang lembut, hipoalergenik, serta bebas pewangi dan pewarna sintetis yang seringkali menjadi pemicu iritasi. Penggunaan pelembap (moisturizer) yang sesuai secara teratur juga menjadi kunci utama.

Dokter juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan bayi tanpa berlebihan. Mandi terlalu sering atau menggunakan sabun dengan formula keras dapat menghilangkan minyak alami kulit yang berfungsi melindungi. Oleh karena itu, frekuensi mandi dan jenis sabun harus disesuaikan dengan kondisi kulit bayi dan rekomendasi dokter anak atau spesialis kulit.

Selain perawatan dari luar, faktor internal seperti pola makan ibu menyusui juga dapat memengaruhi kondisi kulit bayi. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa asupan nutrisi ibu yang kaya akan asam lemak esensial dapat berkontribusi pada kesehatan kulit bayi. Namun, ini masih memerlukan studi lebih lanjut yang lebih mendalam.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui berbagai edukasi kesehatan publik juga kerap mengingatkan orang tua akan pentingnya menjaga kesehatan kulit anak sejak dini sebagai investasi jangka panjang. Mereka menekankan bahwa kulit yang sehat berkontribusi pada kenyamanan dan tumbuh kembang optimal bayi.

Menyikapi potensi masalah kulit bayi yang semakin meningkat, para dermatolog berencana untuk mengadakan seminar lanjutan pada akhir Agustus 2024 di Jakarta, yang akan membahas lebih detail mengenai penanganan dan pencegahan gangguan skin barrier pada bayi dan anak-anak, serta menghadirkan pakar dari beberapa rumah sakit anak ternama.

Bagikan: Facebook X WhatsApp