Thursday, 6 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Jantung Hingga Diabetes Dominasi Penyakit Terbanyak Diderita Warga Indonesia

Oleh Destian August 6, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Penyakit jantung dan diabetes menempati urutan teratas sebagai keluhan kesehatan yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Data terbaru menunjukkan kedua penyakit tidak menular ini terus menjadi beban kesehatan terbesar, mengalahkan penyakit menular yang sebelumnya kerap mendominasi.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung, secara konsisten menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan di tanah air. Data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang merupakan lanjutan dari Riskesdas, memperkuat temuan ini dengan menunjukkan tingginya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) secara umum.

Penyakit jantung, yang mencakup berbagai kondisi yang memengaruhi organ jantung, menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, merokok, dan stres berkontribusi pada meningkatnya kasus penyakit ini. Kementerian Kesehatan terus mendorong upaya pencegahan melalui program-program kesehatan masyarakat dan edukasi mengenai gaya hidup sehat.

Selain penyakit jantung, diabetes melitus juga menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita. Tingkat prevalensi diabetes yang tinggi ini dikaitkan dengan perubahan pola makan masyarakat yang cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan karbohidrat olahan, ditambah dengan gaya hidup sedenter. Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas edisi ke-10 tahun 2021, Indonesia termasuk dalam negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia.

Prof. dr. Budi Setiabudi, Sp.JP(K), seorang spesialis jantung, dalam sebuah diskusi kesehatan yang disiarkan oleh media nasional beberapa waktu lalu, menekankan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko PTM. Beliau menyatakan bahwa banyak kasus penyakit jantung dan diabetes dapat dicegah atau dikelola dengan baik jika terdeteksi pada stadium awal dan pasien patuh terhadap anjuran medis.

Data SKI 2023 juga mengindikasikan adanya peningkatan prevalensi PTM lainnya, seperti stroke, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis, yang seringkali berkaitan erat dengan penyakit jantung dan diabetes. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat untuk melakukan intervensi kesehatan yang lebih komprehensif.

Menanggapi tren ini, Kementerian Kesehatan melalui berbagai program seperti Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan PTM. Kampanye edukasi mengenai pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pemeriksaan kesehatan rutin terus digalakkan di berbagai tingkatan masyarakat.

Ke depan, fokus penanganan kesehatan nasional diharapkan semakin diarahkan pada strategi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Evaluasi berkala terhadap data surveilans kesehatan dan implementasi kebijakan yang proaktif akan menjadi kunci untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung, diabetes, dan PTM lainnya di Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp