Kementerian Keuangan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29% pada kuartal terakhir tahun ini. Angka tersebut disambut optimisme oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang meyakini potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus angka 6% di akhir tahun 2026.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% ini menunjukkan geliat positif sektor riil yang terus bergerak. Angka ini melampaui proyeksi awal dan menjadi sinyal pemulihan ekonomi yang semakin kuat pasca berbagai tantangan global.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sebuah kesempatan menyatakan keyakinannya terhadap prospek ekonomi Indonesia. “Kita optimis dengan angka ini, dan kita terus berupaya agar pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai target yang lebih tinggi lagi, bahkan menembus 6% di akhir tahun,” ujar Sri Mulyani.
Beberapa indikator diperkirakan akan turut mendorong pencapaian target tersebut. Konsumsi rumah tangga yang stabil, investasi yang mulai menggeliat, serta kinerja ekspor yang positif menjadi penopang utama pertumbuhan. Selain itu, kebijakan fiskal yang ekspansif namun tetap hati-hati juga dinilai berperan dalam menjaga momentum pertumbuhan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal terakhir didorong oleh beberapa sektor utama. Sektor industri pengolahan, perdagangan, serta konstruksi menunjukkan kinerja yang impresif. Peningkatan aktivitas di sektor-sektor ini mencerminkan pulihnya permintaan domestik dan global.
Optimisme Menkeu ini juga didukung oleh proyeksi dari lembaga-lembaga ekonomi internasional yang melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang solid di kawasan Asia Tenggara. Stabilitas politik dan kebijakan yang kondusif turut menjadi faktor penarik kepercayaan investor.
Namun demikian, tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik, inflasi global, dan potensi perlambatan ekonomi di negara mitra dagang utama tetap menjadi perhatian. Pemerintah terus memantau perkembangan tersebut dan siap mengambil langkah mitigasi yang diperlukan.
Ke depan, fokus pemerintah adalah mempertahankan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, hilirisasi industri, dan percepatan transformasi digital diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia.
