Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Waspada! 5 Kebiasaan Makan Telur Ini Bisa Menggerogoti Kesehatan Anda Diam-diam

Oleh Destian July 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Telur, makanan serbaguna yang kaya nutrisi, kerap dianggap sebagai pilar kesehatan. Namun, di balik manfaatnya yang melimpah, ada beberapa kesalahan umum dalam cara mengonsumsi telur yang justru dapat membawa dampak negatif bagi tubuh. Mulai dari cara memasak yang salah hingga kombinasi makanan yang keliru, kelima kesalahan ini perlu diwaspadai agar khasiat telur tidak berubah menjadi ancaman kesehatan.

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah mengonsumsi telur dalam kondisi mentah atau setengah matang. Menurut Kementerian Kesehatan RI, mengonsumsi telur mentah berisiko terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan yang gejalanya meliputi demam, diare, kram perut, dan muntah. Gejala biasanya muncul dalam waktu 6 hingga 48 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan dapat berlangsung selama beberapa hari.

Selain itu, cara memasak telur juga sangat menentukan nilai gizinya. Menggoreng telur dengan minyak berlebih, misalnya dalam bentuk telur ceplok atau orak-arik yang berminyak, dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan kalori. Ahli gizi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, seperti dikutip berbagai sumber, menyarankan metode memasak yang lebih sehat seperti merebus, mengukus, atau memanggang untuk meminimalkan penambahan lemak.

Kombinasi makanan yang keliru juga menjadi jebakan lain. Menggabungkan telur dengan beberapa jenis makanan tertentu justru dapat menghambat penyerapan nutrisi atau bahkan menimbulkan masalah pencernaan. Misalnya, mengonsumsi telur bersamaan dengan teh. Tanpa merujuk pada kutipan spesifik dari lembaga kesehatan mengenai hal ini, para ahli gizi sering mengingatkan bahwa tanin dalam teh dapat mengganggu penyerapan zat besi, yang juga terkandung dalam telur.

Kesalahan lain yang perlu diperhatikan adalah cara penyimpanan telur yang tidak tepat. Telur yang disimpan pada suhu ruangan terlalu lama dapat memicu pertumbuhan bakteri. National Health Service (NHS) Inggris merekomendasikan agar telur disimpan di dalam kulkas pada suhu di bawah 5 derajat Celsius untuk menjaga kesegarannya dan mencegah kontaminasi bakteri.

Terakhir, mengonsumsi telur dalam jumlah berlebihan tanpa mempertimbangkan kebutuhan tubuh juga bisa menjadi bumerang. Meskipun kaya protein dan nutrisi lain, konsumsi telur berlebihan, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu seperti kolesterol tinggi, perlu dikonsultasikan dengan tenaga medis. Pedoman umum dari berbagai organisasi kesehatan menekankan pentingnya pola makan seimbang.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan cara kita mengolah dan mengonsumsi telur agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Mengutamakan metode memasak yang sehat, memastikan telur matang sempurna, serta mengombinasikannya dengan makanan yang tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp