Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Durian dan Kehamilan: Mitos vs. Fakta Mengenai Keamanan untuk Ibu Hamil dan Janin

Oleh Destian July 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perdebatan mengenai keamanan konsumsi durian bagi ibu hamil kembali mengemuka, seiring dengan maraknya musim buah berduri ini. Banyak informasi beredar yang mengaitkan durian dengan risiko bahaya bagi janin, namun benarkah demikian? Artikel ini akan mengulas fakta dan mitos seputar konsumsi durian oleh ibu hamil, berdasarkan pandangan ahli kesehatan dan penelitian terkini.

Kekhawatiran utama yang sering diangkat terkait konsumsi durian oleh ibu hamil adalah kandungan gula yang tinggi dan sifatnya yang ‘panas’. Beberapa kalangan percaya bahwa konsumsi durian dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional atau menyebabkan panas dalam yang berdampak buruk pada perkembangan janin. Namun, pandangan medis seringkali lebih bernuansa.

Menurut para ahli gizi, durian memang memiliki kandungan kalori, karbohidrat, dan gula yang cukup tinggi. Hal ini bukan berarti durian mutlak dilarang bagi ibu hamil, melainkan perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan terkontrol. Dr. dr. Ray Wagiu Basoeki, Sp.OG(K) dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, pernah menyatakan bahwa ibu hamil boleh saja mengonsumsi durian, asalkan tidak berlebihan. Kunci utamanya adalah moderasi.

Selain karbohidrat, durian juga kaya akan nutrisi lain yang bermanfaat. Buah ini mengandung vitamin C, vitamin B kompleks, folat, serat, serta mineral seperti kalium dan magnesium. Folat, misalnya, sangat penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf janin. Serat dalam durian juga dapat membantu mencegah sembelit, salah satu keluhan umum ibu hamil.

Terkait isu ‘panas dalam’, pandangan medis tidak secara langsung mengaitkannya dengan bahaya langsung pada janin. ‘Panas dalam’ lebih sering merujuk pada gejala seperti sakit tenggorokan atau gangguan pencernaan pada ibu. Jika ibu hamil mengalami gejala tersebut setelah mengonsumsi durian, hal ini lebih mungkin disebabkan oleh reaksi individu atau konsumsi berlebihan, bukan karena durian itu sendiri bersifat racun bagi janin.

Penting untuk dicatat bahwa ibu hamil dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes gestasional atau riwayat preeklamsia, perlu lebih berhati-hati. Dalam kasus ini, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan sebelum mengonsumsi durian atau makanan lain yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan mereka. Dokter dapat memberikan rekomendasi porsi dan frekuensi konsumsi yang aman.

Ahli kesehatan menekankan pentingnya keseimbangan nutrisi selama kehamilan. Durian dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat jika dikonsumsi sebagai camilan sesekali dan dalam porsi yang tidak berlebihan, diimbangi dengan makanan bergizi lainnya. Memilih durian yang matang sempurna juga penting untuk menghindari risiko keracunan makanan.

Meskipun demikian, informasi mengenai kapan tepatnya ibu hamil boleh mulai mengonsumsi durian atau batasan porsi spesifik masih menjadi topik yang perlu dikonsultasikan secara individual. Para ahli umumnya menyarankan ibu hamil untuk selalu mendiskusikan pilihan makanan mereka dengan profesional kesehatan untuk memastikan keamanan dan kesehatan optimal bagi ibu dan janin.

Bagikan: Facebook X WhatsApp