Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Kimpul: Mengenal Umbi Lezat yang Mendadak Viral di TikTok

Oleh Destian August 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah bahan makanan tradisional Indonesia, kimpul, kini tengah menjadi perbincangan hangat dan mendadak viral di platform media sosial TikTok. Berbagai kreasi olahan kimpul yang unik dan menggugah selera bermunculan, menarik perhatian banyak pengguna untuk mencoba dan mencari tahu lebih lanjut tentang umbi yang satu ini.

Kimpul, yang juga dikenal dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium, adalah sejenis umbi-umbian yang telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki daun lebar berbentuk seperti hati atau ujung panah, dan menghasilkan bonggol umbi yang dapat dikonsumsi. Rasanya cenderung manis dan teksturnya mirip talas atau ubi jalar, namun dengan sedikit perbedaan khas.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk artikel dari CNN Indonesia, kimpul memiliki kandungan nutrisi yang baik. Umbi ini kaya akan karbohidrat kompleks yang menjadi sumber energi, serta mengandung serat, vitamin, dan mineral seperti vitamin C, kalium, dan magnesium. Kandungan seratnya dipercaya baik untuk pencernaan.

Popularitas kimpul di TikTok dipicu oleh para kreator konten yang membagikan resep-resep inovatif. Mulai dari kimpul goreng renyah, kimpul kukus dengan saus gula merah, hingga olahan kimpul yang dijadikan bahan dasar kue atau camilan modern. Keunikan tekstur dan rasa kimpul yang dapat diolah menjadi berbagai hidangan inilah yang membuat banyak orang penasaran.

Salah satu daya tarik kimpul adalah ketersediaannya yang relatif mudah ditemukan di pasar tradisional di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman kimpul umumnya tumbuh subur di daerah yang lembap dan teduh, sehingga seringkali dibudidayakan oleh petani lokal. Harga kimpul pun cenderung terjangkau, menjadikannya pilihan bahan makanan yang ekonomis.

Di luar konteks tren TikTok, kimpul sebenarnya sudah menjadi bagian dari kuliner tradisional di beberapa daerah. Di beberapa wilayah, kimpul diolah menjadi bubur, kolak, atau bahkan dijadikan pengganti nasi saat kondisi tertentu. Adaptabilitas kimpul dalam berbagai cara pengolahan inilah yang membuatnya digemari lintas generasi.

Para pedagang bahan pangan dilaporkan mulai merasakan peningkatan permintaan kimpul sejak tren ini merebak. Beberapa penjual di pasar tradisional bahkan telah menyiapkan stok kimpul lebih banyak untuk memenuhi antusiasme konsumen yang terinspirasi dari video-video TikTok.

Dengan semakin dikenalnya kimpul melalui media sosial, diharapkan konsumsi umbi lokal ini dapat terus meningkat. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan konsumen yang mendapatkan asupan nutrisi dari kimpul, tetapi juga berpotensi mendukung para petani lokal yang membudidayakan tanaman ini. Perkembangan selanjutnya terkait tren kuliner kimpul dan potensi budidayanya akan terus menarik untuk diamati.

Bagikan: Facebook X WhatsApp