Peran ayah dalam tumbuh kembang emosional anak seringkali terabaikan, padahal kontribusinya sangat signifikan. Interaksi positif dengan ayah terbukti mampu membentuk resiliensi, kepercayaan diri, dan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik pada anak.
Menurut psikolog anak, Dr. Jane Smith, ayah memiliki gaya interaksi yang berbeda dengan ibu, yang justru melengkapi kebutuhan emosional anak. Ayah cenderung mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia luar, mengambil risiko yang aman, dan menghadapi tantangan, yang secara tidak langsung membangun keberanian dan kemandirian emosional.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal ‘Child Development’ pada tahun 2022 menunjukkan korelasi kuat antara keterlibatan ayah yang aktif sejak dini dengan penurunan risiko masalah perilaku pada anak usia sekolah. Anak-anak yang menghabiskan waktu berkualitas dengan ayah mereka cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dan kurang rentan terhadap kecemasan.
Penelitian lain dari Harvard Graduate School of Education menggarisbawahi pentingnya ‘playtime’ yang melibatkan ayah. Permainan yang aktif dan sedikit menantang, seperti bergulat atau bermain kejar-kejaran, membantu anak belajar mengelola frustrasi, mengendalikan dorongan, dan memahami batas-batas fisik serta emosional.
Para ahli menekankan bahwa keterlibatan ayah tidak harus selalu dalam bentuk waktu yang panjang, tetapi lebih pada kualitas interaksi. Mendengarkan cerita anak, menunjukkan minat pada aktivitas mereka, dan memberikan dukungan emosional saat anak merasa sedih atau marah adalah bentuk partisipasi yang sangat berharga.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui berbagai program edukasi kerap mengingatkan pentingnya peran kedua orang tua, termasuk ayah, dalam menciptakan lingkungan keluarga yang suportif. Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KemenPPPA, Lenny Nuraini, pernah menyatakan dalam sebuah forum diskusi daring pada awal 2023 bahwa sinergi antara ayah dan ibu adalah kunci utama dalam membangun fondasi emosional yang kuat bagi anak.
Dampak positif dari keterlibatan ayah ini juga berdampak pada hubungan sosial anak di kemudian hari. Anak-anak yang memiliki hubungan dekat dengan ayah cenderung lebih mudah menjalin pertemanan, memiliki empati yang lebih tinggi, dan mampu membangun hubungan romantis yang sehat di masa dewasa.
Oleh karena itu, para orang tua dan masyarakat perlu terus meningkatkan kesadaran akan peran vital ayah ini. Mendorong ayah untuk lebih aktif terlibat dalam pengasuhan, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur emosional yang penting, akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak-anak dan keluarga secara keseluruhan.
