Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Waspada! 7 Kesalahan Fatal dalam Menyimpan ASI Perah yang Bisa Mengurangi Kualitasnya

Oleh Destian August 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menyimpan ASI perah (ASIP) dengan benar adalah kunci untuk memastikan kualitas nutrisi yang optimal bagi bayi. Namun, banyak orang tua masih melakukan kesalahan umum yang dapat mengurangi nilai gizi ASIP, bahkan berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Kesalahan ini meliputi cara pendinginan yang salah, wadah yang tidak tepat, hingga durasi penyimpanan yang keliru.

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah tidak mendinginkan ASIP segera setelah dipompa. Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASIP yang baru dipompa sebaiknya segera dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan didinginkan di lemari es atau cooler box. Menunda pendinginan dapat memicu pertumbuhan bakteri yang merusak kualitas ASI.

Kesalahan kedua adalah menggunakan wadah yang tidak steril atau tidak sesuai. Wadah kaca atau plastik khusus ASI dengan penutup rapat adalah pilihan terbaik. Hindari penggunaan kantong plastik biasa atau botol minum yang tidak dirancang untuk penyimpanan ASIP. Kebersihan wadah juga krusial; pastikan wadah telah dicuci bersih dan disterilkan sebelum digunakan.

Ketiga, banyak orang tua yang menyimpan ASIP di pintu lemari es. Suhu di pintu lemari es cenderung lebih fluktuatif dibandingkan bagian dalam. IDAI menyarankan ASIP disimpan di bagian belakang lemari es, di mana suhu lebih stabil dan dingin. Untuk ASIP yang akan disimpan dalam jangka waktu lama, pembekuan di freezer adalah pilihan yang tepat.

Kesalahan keempat berkaitan dengan durasi penyimpanan. ASIP yang disimpan di suhu ruangan (sekitar 25 derajat Celsius) hanya bertahan maksimal 4 jam. Di dalam lemari es (sekitar 4 derajat Celsius), ASIP dapat bertahan hingga 4 hari, sementara di dalam freezer dengan suhu -18 derajat Celsius, ASIP bisa bertahan hingga 6 bulan. Melebihi batas waktu ini dapat mengurangi kandungan nutrisi dan berisiko terkontaminasi.

Kelima, mencampur ASI perah dari waktu yang berbeda dalam satu wadah tanpa pendinginan yang tepat. Sebaiknya, ASI yang baru dipompa didinginkan terlebih dahulu sebelum dicampur dengan ASI perah lain yang sudah dingin dalam wadah yang sama. Hal ini untuk mencegah kenaikan suhu ASI yang sudah dingin.

Kesalahan keenam adalah mencairkan ASI beku dengan cara yang salah. ASI beku sebaiknya dicairkan dengan memindahkannya ke lemari es semalam sebelumnya, atau dengan merendam wadah ASI beku dalam air hangat. Hindari penggunaan microwave atau merebus ASI beku karena dapat merusak nutrisi penting dan menciptakan titik panas yang berbahaya bagi bayi.

Terakhir, kesalahan ketujuh adalah tidak memberi label pada wadah ASIP. Memberi label yang jelas dengan tanggal dan waktu pemompaan sangat penting untuk memastikan ASIP yang digunakan adalah yang paling awal dipompa dan belum melewati batas waktu penyimpanan. Label ini juga membantu dalam mengelola stok ASIP.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan secara rutin mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif dan cara penanganan ASI yang benar. Informasi lebih lanjut mengenai panduan penyimpanan ASIP dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Kesehatan atau organisasi profesi terkait seperti IDAI.

Bagikan: Facebook X WhatsApp